Beranda Sriwijaya FC Gagal Selamatkan Sriwijaya FC, Syahrial Oesman Minta Maaf

Gagal Selamatkan Sriwijaya FC, Syahrial Oesman Minta Maaf

Tanggal : Pukul :
3131
0
Ketua tim SAR Sriwijaya FC Syahrial Oesman saat memberikan pernyataan kepada media usai pertandingan SFC Vs Arema FC

Palembang, Detik Sumsel-Ketua tim SAR dan Prestasi Sriwijaya FC, Syahrial Oesman mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan maupun fans Laskar Wong Kito dimanapun berada. Setelah SFC dipastikan degradasi ke Liga 2, usai ditaklukkan Arema FC 2-1 pada laga terakhir Liga 1 2018.

“Kami dari tim SAR mohon maaf, karena tidak bisa menjalankan tugas yang diberikan gubernur Sumsel Herman Deru secara maksimal, dalam upaya menyelamatkan SFC dari degradasi. Sebagai pendiri SFC, saya orang yang paling terlika dan sakit hati. Karena SFC mengalami kemunduran,”ucapnya, pada konfrensi pers di Hotel Swarna Dwipa, Minggu (9/12) sore.

Menurut dia, mereka sudah bekerja keras untuk menyelamatkan SFC dari segi non tekhnis. Karena tim SAR tidak bisa membantu dalam hal teknis, yang merupakan wewenang manajemen klub.

Baca Juga :   Atasi Perubahan Jadwal Lawan PSMS, Ini Intruksi Kas Hartadi

Seperti  memberikan bonus tambahan kepada tim, melakukan doa bersama dengan anak yatim dan lainnya, untuk mendukung perjuangan SFC. Namun ternyata hasilnya tidak sesuai harapan.

Karena diakuinya, saat mereka mendapatkan amanah dari gubernur untuk membantu SFC agar tidak degradasi. Kondisi didalam internal tim sudah tidak kondusif dan manajemen klub seperti sudah lepas tangan dengan situasi yang terjadi.

“Ketika kami masuk tim SAR, ibaratkan penyakit, kondisi SFC sudah masuk stadium 4. Akibat imbas dari dilepasnya 9 pemain inti dan keluarnya seluruh jajaran pelatih. Sebenarnya dari awal kondisi ini sudah terbaca. Itulah dampaknya, kalau politik sudah masuk di sport,”sesalnya.

Baca Juga :   Babak 1: Tandukan Ahmad Ihwan Bawa Sriwijaya FC Unggul 0-1

Sebab menurut mantan gubernur Sumsel ini, proses pengambilan keputusan melepas sembilan pemain yang dilakukan manajemen klub, dilakukan secara sepihak tanpa sepengetahuan pelatih maupun manajer tim.

“Saya mengetahuinya secara langsung dari pelatih Rahmad Darmawan. Dia datang kepada saya dan curhat mengenai kondisi yang harus dihadapinya setelah manajemen menutuskan melepas 9 pemain,”jelasnya.

Dia juga menyesalkan, disaat kondisi tim tengah labil. Manajemen klub justru meributkan masalah saham, yang seharusnya tidak perlu dibahas. Apalagi kata Syahrial, PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) hanya sebagai pengelola, bukan selaku pemilik klub.

“Ini jelas salah. Seharusnya kita bersama-sama berjuang untuk menyelamatkan harta rakyat ini. Bukan mementingkan konflik, itu yg membuat sedih saya,”imbuhnya. (Iyop)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here