Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Ekonomi Gabungan EO Minta BKB Dibuka

Gabungan EO Minta BKB Dibuka

Tanggal : Pukul :
317
0
Detiksumsel/Tohir -- Event Organizer Of Sriwijaya (EORA), gabungan event organizer se-Sumsel saat melakukan gathering di Guns Cafe, Palembang, Minggu (27/5).

Palembang, Detik Sumsel – Gabungan event organizer (EO) se-Sumsel yang tergabung dalam komunitas Event Organizer Of Sriwijaya (EORA) menggelar gathering sekaligus buka bersama di Guns Cafe, Minggu (27/5) sore lalu. Acara ini merupakan kali ketiga yang dilaksanakan setiap tahunnya. Selain EO, acara ini juga dihadiri oleh vendor, freelance, dan juga talent yang biasa berkerja sama dengan EORA.

Acara ini dihadiri 170 peserta yang merupakan 80 persen dari seluruh anggota EORA yang berjumlah 80 perusahaan.

Menurut Ketua EORA, Hikbal Rudianto, jumlah even di Palembang terbilang bagus karena masih ada efek dari Asian Games. “Tahun ini masih bagus karena masih ada efek Asian Games, tapi lebih bagus lagi tahun 2018 karena kita banyak even, baik dari provinsi maupun dari nasional yang ada di Palembang,” ujar pria yang akrab disapa Didit ini.

Namun, gelaran Pemilu Serentak menyebabkan banyak even ditunda hingga pasca Pilpres dan Idulfitri. Even di Palembang cukup variatif mulai dari corporate, pemerintah, swasta, maupun even yang dibuat sendiri. Meski mengalami penurunan, tapi tahun ini beberapa berusahan even berjalan seperti biasa.

Dalam setahun ada ratusan even di Palembang dan per EO bisa menggarap kurang lebih 50 even per tahun.

“Rekan-rekan EO saat ini masih terkendala masalah venue dengan pemerintah, karena untuk barang-barang keperluan produksi semua sudah ada di Palembang. Untuk panggung, tenda, sound system, AC, dan lain-lain semua sudah ada di Palembang, paling kita terkendala Vanue, karena Benteng Kuto Besak (BKB) sudah tidak bisa dipakai lagi,” ucap Didit.

Didit menambahkan lokasi yang biasa dipakai buat event sudah sangat berkurang, karena sudah banyak beralih fungsi. Seperti Lapangan Bumi Sriwijaya sudah menjadi Siloam, GOR sudah menjadi Palembang Icon, dan BKB tidak bisa dipakai lagi.

Melihat kendala ini Didit berharap pemerintah dapat menerapkan deposit untuk perawatan venue, sebagai tanggung jawab jika ada kerusakan.

Sementara itu Staff Khusus Wali Kota di bidang Industri dan Ekonomi Kreatif, Herlan Asfiudin berharap EO di Palembang menjadi ujung tombak. “EO diharapkan menjadi ujung tombak untuk menyelenggarakan even, jangan mengharap pemerintah, pemerintah hanya memberi izin,” kata Herlan.

Kota Palembang sudah mempunya potensi, seperti sport tourism dan mise tourism, sehingga sayang kalau tidak dimanfaatkan. (Yofi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here