Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Pendidikan Full Day School Ancam Bimbel

Full Day School Ancam Bimbel

Tanggal : Pukul :
220
0
Grafis/Ilustrasi: Raam/Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel – Sejak diterapkannya full day school secara merata di jenjang pendidikan SD-SMA sederajat di metropolis, menuai pro dan kontra mulai dari orang tua siswa hingga pihak bimbingan belajar (bimbel).

Betapa tidak, full day school dinilai memberikan dampak yang buruk bagi perkembangan bimbel, pasalnya peserta didik yang ingin mengikuti bimbel tidak punya waktu lagi karena pelaksanaan full day school yang mewajibkan peserta didik belajar Senin-Jumat dari pukul 7.00 WIB-16.00 WIB.

Seperti misalnya diakui Kepala Cabang Bimbel Ganesha Operation Palembang-Banten, Susi Lidyawati Ssi MPd. Ia mengatakan, kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan full day school sangat berpengaruh terhadap bimbel.

“Ada pengaruh sekitar 10-15 persen menurunnya jumlah peserta didik yang mengikuti bimbel di GO ini dari kebijakan full day school,” ungkapnya kepada detiksumsel.com.

Baca Juga :   Pahami 22 Cara Pencoblosan yang Benar

Lanjutnya, jumlah peserta didik bimbel yang paling menurun dari jenjang SMP. “Menyiasati kebijakan tersebut kita juga membuka kelas malam hari dan Sabtu,” bebernya.

Menurutnya, dampak dari kebijakan full day school ini juga berpengaruh terhadap kepedulian dan kedisiplinan peserta didik. “Siswa jadi sedikit waktunya untuk berinteraksi dengan dunia luar, bahkan efeknya juga berpengaruh kepada kepedulian sosial siswa itu sendiri,” tuturnya.

Ia menambahkan, dampak dari full day school tidak bisa dianggap sepeleh bahkan dampaknya juga akan merambat kepada kedekatan orang tua dan anak. “Selain itu beban belajar siswa jadi lebih berat hingga siswa kurang fokus saat belajar,” ulasnya.

Senada dikatakan Damayanti Pratiwi, guru les privat ini mengaku pasca diterapkannya full day school jumlah peserta didiknya menjadi berkurang drastis. “Ada juga peserta didik yang ngaku capek karena full day school di sekolah sehingga tidak sanggup lagi mengikuti les privat,” ungkapnya.

Baca Juga :   Resmi Miliki MCU, Herman Deru Targetkan RSUD Siti Fatimah Jadi Destinasi Wisata Medis

Sementara itu, Manajer Bimbel Primagama, Hanan mengaku di Primagama tidak terlalu berpengaruh dari dampak full day school. “Karena kita operasionalnya pukul 16.00 WIB sampai malam hari jadi tidak terlalu berdampak ke jumlah peserta didik,” katanya.

Hanan menyebutkan, justru jumlah peserta didik di Primagama pasca implementasi full day school malah meningkat. “Justru ada peningkatan jumlah peserta didik sekitar 15 persen, jadi full day school ini memang tidak memberikan dampak negatif ke bimbel Primagama,” pungkasnya. (tim)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here