Pemerintah Sumatera Selatan
Pemerintah Musi Banyuasin
Beranda Liputan Khusus Fokus Banjir Hingga Tekan Angka Kemiskinan

Fokus Banjir Hingga Tekan Angka Kemiskinan

Tanggal : Pukul :
524
0
Gubernur Sumsel Herman Deru

Lipsus, Detik Sumsel- Meski banyak pencapaian terlampaui di 2018, Pemkot Palembang enggan berpuas diri. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan di 2019.

“Alhamdulilah tahun 2018 ini, berbagai penghargaan telah diraih Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Palembang,” ucap Wali Kota Palembang, H Harnojoyo.

Enggan berpuas diri, ia mengaku masih banyak pekerjaan yang belum tuntas, seperti penyelesaian pompanisasi Sungai Bendung yang mengalami kendala pembebasan lahan.”Kita targetkan Januari pompanisasi Sungai Bendung dapat beroperasi,” jelasnya.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo

Tugas berat di tahun 2019 adalah pengetasan masalah banjir dan kemacetan.”Insya Allah, 2019 semua akan kita kerjakan sehingga tahun 2022 Palembang bebas banjir. Sedangkan masalah kemacetan segera kita tangani dengan membuat jalan lingkar dalam dan lingkar luar,” tuturnya.

“Yang jelas apa yang menjadi keberhasilan akan kita tingkatkan, dan yang menjadi kekurangan kita perbaiki. Saya mengajak umat muslim untuk melakukan zikir bersama di Masjid Agung, merenungi apa saja yang telah kita lakukan,” katanya.

Baca Juga :   Palembang Sabet Juara dalam Inovasi Terbaik Kategori Pasar Tradisional

Sementara, Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, semua pihak harus mencermati kinerja tahun 2018 agar pada tahun 2019 Sumsel  dapat mencapai kinerja yang lebih baik lagi.

Ia memaparkan, beberapa indikator makro di Sumsel telah menunjukkan kinerja yang baik. Diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari nasional, kemudian tingkat inflasi lebih rendah dibandingkan nasional, Gini Rasio lebih rendah dibandingkan nasional, dan tingkat pengangguran terbuka lebih rendah dibandingkan nasional.

Sedangkan untuk indikator yang capaiannya belum baik, yakni IPM Sumsel 2017 yang lebih rendah dibandingkan nasional. Dan masih ada 14 kabupaten kota yang IPM nya di bawah nasional. Selain itu, yang tak kalah penting adalah indikator angka kemiskinan Sumsel pada 2018 yang juga masih lebih tinggi dibandingkan nasional.

Baca Juga :   "Apo Gubernur dengan Walikota Dak Pernah Lewat Sini"

“Angka kemiskinan tertinggi di Sumsel ini ada di tiga Kabupaten, yaitu Muratara, Lahat dan Musi Banyuasin (Muba). Tahun depan angka kemiskinan Sumsel harus turun di bawah nasional. Target kita harusnya satu digit,” tegas Mawardi.

Untuk itu, program dan kegiatan tahun 2019 hatus lebih terintegrasi, tepat lokasi dan tepat sasaran. “Kita gerakkan seluruh sumber daya untuk menjngkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Tahun depan lanjut Mawardi, program-program prioritas pembangunan akan difokuskan untuk pemerataan pembangunan bagi seluruh masyarakat Sumsel. Pembangunan juga harus benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi maayarakat seluruh provinsi Sumsel.

“Sudah saatnya kita bersinergi membangun Sumsel, mewujudkan visi Provinsi Sumsel 2018-2023 yaitu ” Sumsel Maju untuk Semua,” pungkasnya. (Pen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here