Pemerintah Sumatera Selatan
TAG TOYOTA
BANK INDONESIA
17 Agustus 2020
Beranda Banyuasin Fitri Askolani Anjurkan Masyarakat Konsumsi Telor Ayam Kampung dan Madu

Fitri Askolani Anjurkan Masyarakat Konsumsi Telor Ayam Kampung dan Madu

Tanggal : Pukul :
121
0
Fitri Askolani Anjurkan Masyarakat Konsumsi Telor Ayam Kampung dan Madu

Palembang, Detik Sumsel – Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin dr Fitri Askolani mengajak masyarakat untuk terbiasa dengan kebiasaan baru ditengah pandemi Covid 19, dengan menjaga kebersihan dan disiplin dengan protokol covid 19.

” Aktifitas kita harus berjalan seperti biasa, maka kuncinya agar terhindar dari covid 19 dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan yang paling penting disiplin menerapkan protokol covid 19, “kata dr Fitri saat bersama Kepala Dinas Kesehatan Dr dr Rini Pratiwi M.Kes menjadi narasumber dalam acara Suara Sriwijaya dengan tema Menjaga kesehatan di masa pandemi covid 19, yang disiarkan secara live di TVRI Palembang, Selasa (7/7) kemarin.

Istri Bupati Banyuasin H Askolani membagikan tip sehat keluarganya ditengah pandemi covid 19. Menurutnya, bahannya murah dan muda didapat yakni telur ayam kampung dan madu hutan yang masih murni.

“Aktivitas saya, apalagi pak Bupati Askolani itu sangat padat sekali. Setiap hari keliling Banyuasin dalam melayani masyarakat. Stamina harus fit terus. Maka solusinya dengan mengkonsumsi telur ayam kampung setengah matang dicampur madu yang masih murni, insyaallah sehat dan segar, “katanya.

” Telur ayam kampung dan madu banyak di desa-desa, jadi tidak susah untuk didapat, “kata dokter lulusan Unsri ini.

Disamping itu, tetap mengkonsumsi makan makanan yang bergizi seperti sayuran mayur, buah-buahan dan jenis makanan yang mengandung protein. Dan ditambah olahraga ringan.

Covid 19 jelas dokter Fitri mempunyai dampak positif dan negatif dalam kehidupan kita, dampak positifnya kita lebih disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat dan bersih, waktu kumpul keluarga lebih banyak bisa makan bersama, ibadah bersama hingga nonton tv bersama di rumah serta hal positif lainnya.

Sedangkan dampak negatifnya, tentu kita tidak bisa beraktifitas bebas seperti biasanya semua dibatasi, kemudian yang paling dahsyat itu dampak ekonomi bagi masyarakat, semua penghasilan masyarakat jadi berkurang bahkan banyak yang tidak ada penghasilan lagi seperti usaha tutup, korban PHK dan sebagainya.

Untuk mengatasi dampak ekonomi ini terang Fitri, Bupati Banyuasin H Askolani dan jajarannya sudah mengucurkan bantuan BLT BB dan BLT DD serta bantuan sosial dari Kemensos.

” Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bantuan Bupati (BLT BB) kepada 22.952 KPM, BLT Dana Desa 43.014 KPM dan bantuan pangan 52.229 KPM. Total penerima bantuan sosial dari Pemkab Banyuasin berjumlah 118.195 KPM atau sekitar 80 persen lebih dari jumlah Kepala Keluarga yang tersebar di 21 Kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin, “jelasnya.

Baca Juga :   Susu Kerbau Rawa Bisa Raup Omzet Puluhan Juta

” Sebagai umat islam, kita harus yakin ini kehendak yang kuasa dan tentu rencana baik dari Nya untuk kita sebagai umat. Kuncinya sabar dan terus berdoa mohon pertolongan dan perlindungan dari allah swt, “ajaknya.

Sementara itu, Kadinkes Banyuasin Dr dr Rini Pratiwi M.Kes menjelaskan bahwa tingkat penularan covid 19 kondisinya masih rendah dibanding Provinsi. Nilai reproduksi efektif (Rt) kita dibawa 1 sekitar 0,9. Artinya Transmisi atau penularan kurang dari satu orang. Intinya kondisi di Banyuasin saat ini dalam keadaan relatif aman dengan jumlah penularan semakin turun.

“Meski Banyuasin relatif aman karena jumlah penularan menurun dan tingkat kesembuhan sudah diatas 50 persen, namun yang perlu masyarakat pahami bahwa kita tetap mengedepankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan protokol covid harus tetap dijalankan, “tegasnya.

Langkah-langkah atau kiat sembuh diatas 50 persen jelas Kadinkes, Kabupaten Banyuasin mendapat apresiasi cukup baik dari gugus tugas provinsi karena keaktifan dalam menangani covid 19 tersebut.

Gugus tugas Kabupaten Banyuasin kerja
Luar biasa bukan hanya Dinkes saja tapi dibantu OPD lain yang juga kerja luar biasa. Kami juga perlu mengapresiasi kawan-kawan di RSUD Banyuasin, dipukesmas, di kecamatan dan desa tangkal covid yang semuanya sudah kerja sangat maksimal dalam menangani covid tersebut.

Langkah yang dilakukan lanjut dokter Rini, dalam pemeriksaan warga yang kontak dengan pasien covid, aktif bahkan dinilai sangat aktif dari Gugus Tugas Provinsi, sehingga penyelurusan satu konfirm positif sangat agresif dan kita bisa pengendalikan penularannya. Lalu dilakukan Pemeriksaan rapid test, pemeriksaan sample swab dan pemeriksaan VCD jumlahnya banyak ini juga jadi penentu keberhasilan.

Kemudian, Penatalaksanaan, penataan laksanaan di RSUD dan Puskesmas sangat baik dari perawatan pasien positif, hingga melakukan isolasi mandiri.

“Dari langkah-langkah ini, alhamdulillah angka kesembuhan kita semakin baik dan penularan semakin kecil. Namun demikian, kita tetap menghimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protocol kesehatan dan tentu menerapkan pola PHBS secara baik, “harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra Lesti Nurainy, Apt.MKes yang melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Banyuasin dan diterima Wabup H Slamet, Sekda HM Senen Har, Selasa (1/7/2020) menilai kerja tim gugus tugas Kabupaten Banyuasin berjalan efektif menekan dan memutus rantai penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Banyuasin.

Didampingi Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiology Indonesia (PAEI) Prof dr Hibsa Riduan dan Badan Pengawas Rumah Sakit Indonesia (BPRS) Provinsi Sumsel Prof Dr Hardi terang Lesti, tingginya jumlah orang yang terkonfirmasi covid 19, ini menunjukan Bupati dan jajarannya bekerja maksimal dan serius dalam menangani wabah ini.

Baca Juga :   Bupati Askolani Siapkan 40.000 Paket Pangan

“Dari data yang saya terima, kasus terkonfirmasi covid di Kabupaten Banyuasin per 29 Juni 2020 berjumlah 144 orang, sembuh 68 orang, ODP 111 orang dan OTG 778 orang. Ini bagus, artinya tim gugus bekerja baik, “katanya.

Kadinkes Sumsel juga mengapresiasi Angka kesembuhan kasus COVID yang semakin meningkat, bahkan jumlah pasien yang sembuh sudah melebihi jumlah kasus aktif yakni pasien yang dirawat dan isolasi mandiri.

Begitu juga Angka Rt (reproduksi efektif) Kabupaten Banyuasin sudah turun dibawah 1. Nilai Rt idealnya adalah di bawah 1. Apabila Rt di suatu wilayah masih di atas 1, itu artinya virus masih berpotensi menyebar ke beberapa orang dan berpotensi menyebabkan lonjakan kasus. Sebagai contoh, Rt = 2 berarti satu orang yang terinfeksi bisa menulari rata-rata dua orang lainnya.

” Saya berharap angka Rt kurang dari 1 ini dapat dipertahankan hingga 14 hari berturut-turut, sehingga dapat disimpulkan COVID tidak lagi menjadi masalah, “katanya.

Dikatakan Kadinkes, Jumlah pemeriksaan swab Kabupaten Banyuasin yang tinggi. Jumlah pemeriksaan swab merupakan salah satu indikator kinerja dalam pemutusan mata rantai COVID. Kadinkes menekankan, dalam pemutusan mata rantai penularan suatu penyakit dilakukan melalui pendekatan 3 T, yaitu: Tracing (pelacakan kasus) agresif, Testing (pemeriksaan swab) yang massif, dan Treatment (isolasi dan perawatan).

” Usaha dari Pemkab untuk mengupayakan fasilitas pelayanan bagi pasien konfirmasi COVID, ODP dan PDP yang mencukupi sudah sangat baik. Kita lihat dari Angka positivity yang relatif rendah 10 persen bila dibandingkan dengan angka Propinsi, atau bahkan dibandingkan dengan Kabupaten lain. Keberhasilan ini kami apresiasi, “tegasnya.

Begitu juga Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiology Indonesia (PAEI) Prof dr Hibsa Riduan memberikan apresiasi kepada jajaran Pemkab Banyuasin. Menurut dia, pemeriksaan specimen cukup tinggi di Banyuasin lebih dari 50 persen mencapai 93 persen. Dengan banyaknya sample itu sangat bagus dan menunjukan tim gugus tugas dalam hal ini Dinas Kesehatan beserta para medisnya agresip dalam menangani kasus covid 19 tersebut.

“Jumlah kasus terkonfirmasi tinggi itu karena petugasnya agresif, ini sangat baik dalam upaya pemutusan mata rantai penularan, “katanya.

“Bukan berarti banyaknya kasus terkonfirmasi positif itu jahat atau gagal, namun itu didapat karena adanya kerja yang baik. Dan sebaliknya, sedikit kasus justru harus hati-hati karena 60 persen meninggal karena OTG, “jelasnya. (Faz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here