Iklan
Pemprov

Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Fashion, Duo Beradek Hadirkan Fashion and Culture

Palembang, Detik Sumsel – Memgawali karir sebagai pengerajin batik dan budaya Nias sejak 13 tahun lalu, membuat Flow memantapkan diri sebagai pengerajin batik yang memiliki ciri khas kombinasi warna.

Sejak 13 tahun lalu Flow mulai gemar mempelajari batik dari sejumlah tanah air dan mendesain hingga membuatnya menjadi pakaian kerja yang fashionable namun tetap mempertahankan nilai etniknya.

Owner batik Yasokky, Flow mengatakan sebenarnya Nias tidak memiliki batik namun karena Nias dikenal dengan tradisi lompat batunya, tameng perang menjadi salah satu motif batiknya yang biasa dilihat pada suku Nias.

Batik yang dibuat flow memiliki ciri khas sendiri yakni batik dengan dua bahan berbeda. Jika umumnya batik dibuat dengan satu bahan saja agar warna dan motifnya sama, namun Flow berani menggebrak tren batik dengan mengkombinasikan dua bahan menjadi satu sehingga memiliki ciri sendiri.

Dia mengatakan terobosannya pada batik dua bahan ini diterima pasar dengan baik karena pelanggan juga suka dengan warna dan desain yang dibuatnya. Dia juga memilih menggunakan warna pastel karena jika warna aslinya dari Nias adalah warna cerah seperti merah dan kuning cerah.

Baca Juga :   Permudah Penggunaan Uang Elektronik, BI Luncurkan Aplikasi QRIS

“Saya asli Nias jadi ingin mengenalkan budaya Nias melalui batik sehingga bisa dikenal luas,” ujarnya ditemui di stand pameran fashion and culture di atrium Palembang Indah Mall, Sabtu (05/06).

Ditambahkanya jika bbatiknya dibuat handmade sehingga setiap corak, warna dan model pasti berbeda satu dan lainnya sehingga tidak pasaran. Batiknya juga tidak luntur dan bisa digunakan untuk beragam kegiatan mulai formal hingga semi formal.

Batik Yasokky dijual dengan harga mulai Rp 700 ribuan hingga Rp 1,3 juta per buah. Batik yang dijual ini mulai dari kemeja batik pria, blus, dress batik wanita dan kemana batik wanita.

Selain batik ada juga stand asal Jakarta lainnya yakni Lovely syarih yang menawarkan fesyen gamis dan hijab syar’i yang bisa langsung digunakan sebagai pengganti mukena saat salat. Gamis dan jilbab ini dibuat dengan bahan adem dan lembut sehingga nyaman digunakan sehari-hari ataupun untuk pesta.

Hijab ditawarkan mulai Rp 275 ribu hingga Rp 559 ribu per buah dan gamis Rp 1,1 juta hingga Rp 2,2 juta untuk satu set yakni gamis dan hijab. Jika hanya gamis saja dibandrol mulai Rp 800 ribuan.

Baca Juga :   Kolaborasi B3S, Telkomsel Kembangkan Teknologi Digital LoT Sektor Pertanian

Sementara itu pemilik Event Organizer Duo Beradek, Faisal mengatakan Ia kembali mengadakan kegiatan pameran fesyen di atrium PIM mulai 1-20 Juni, ada lebih kurang 13 peserta lokal dan dari luar kota seperri Jakarta dan beberapa daerah lainya.

Dari semua tenant yang ada umumnya atau 80 persen adalah perajin fesyen luar kota mulai dadi Bandung, Jakarta, Medan dan lainnya. Dan ada 4 tennat luar kota yang baru pertama ikut dalam kegiatan ini.

Produk fesyen yang ditawarkan ini memiliki segmen pasar menengah yang tetap mengutamakan kualitas produk yang tidak kalah bersaing dengan brand impor.

Bisnis fesyen memang belum pulih sepenuhnya tapi tetap ada pangsa pasarnya sendiri sebab setiap pameran hasilnya cukup bagus dan semoga pameran kali ini hasilnya juga sesuai yang ditargetkan.

Meski ditengah kondiis Covid -19 pihaknya menerapkan protokol ketat, dan dengan kegiatan ini bisa membangkitkan perekonomi terutama dibisnis fesyen.

“kita tidak muluk – muluk minimal dalam event kali ini setiap peserta pameran bisa mendapatkan omzet minimal Rp500 juta sampai Rp 800 juta,” tutup Faisal. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tingkatkan Layanan Kantor Pos Buka 24 Jam

Palembang, Detik Sumsel – Terhitung sejak awal Juni 2021 kemarin, kantor pos Merdeka operasional selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *