Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Ekonomi Dua Bulan Terakhir, Ekspor Karet Turun Hingga 30 Persen

Dua Bulan Terakhir, Ekspor Karet Turun Hingga 30 Persen

Tanggal : Pukul :
127
0
Ketua Gabungan pengusaha karet - Gapkindo Indonesia, Alex K Edi (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Selama dua bulan terakhir ekspor karet Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 30 persen bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Penurunan ekspor karet ini dampak dari penyakit daun yang menyerang hampir 380 ribu hektar kebun sawit yang ada di Sumatera Selatan yange mengalami kerusakan. Kabupaten Banyuasin dan Musi Rawas menjadi daerah terbanyak terkena dampam penyakit daun ini.

Ketua Gabungan pengusaha karet – Gapkindo Indonesia, Alex K Edi mengatakan, sebenarnya penyakit daun ini sendiri sudah menyerang sejak awal 2019 lalu, yang mengakibatkan daun gugur dan getah karet tidak keluar sehingga produksi karet petani mengalami penurunan dan diperparah dengan kondisi harga karet yang turun memperparah kondisi petani karet.

“Kondisi dua bulan terakhir memang sangat parah, biasanya dalam satu bulan kita ekspor 60 sampai 70 ribu ton dari biasanya ekspor perbulan sebesar 100 ribu ton,”jelasnya ketima dihubungi via telepon, Kamis (21/11).

Sebenarnya penurunan ekspor sudah terjadi sejak Januari sampai Agustus ekspor karet rata-rata 90 ribu ton sampai 100 ribu ton perbulan. Penurunan ekspor ini dikhawatirkan akan terus terjadi hingga Desember bila belum ada solusi terkait penyakit daun yang menyerah pohon karet petani ini.

“Kita prediksikan hingga akhir tahun total ekspor kita hanya mencapai 1 juta ton.Angka ini bila dibandingkan tahun sebelumnya mengalami penurunan cukup signifikan, tahun 2017 ekspor Sumsel sebesar 1.7 juta ton dan ditahun 2018 sebesar 1,8 juta ton perbulan,” tegas Alex.

Ia menambahkan, kondisi penurunan ekspor karet ini selain dikarenakan penyakit daun juga dikarena suplay karet keperusahaan juga menurun, rendahnya harga internasional serta permintaan karet alan yang menurun karena kondisi pasar dunia yang masih lemah menjadi penyebab penurunan ekspor karet di Sumsel.

Tapi pihaknya akan terus mengupayakan bagaimana cara untuk meningkatkan ekspor karet, salah satunya dengan berkoordinasi dengan negara -negara pengekspor karet seperti Negara Amerika, Negera Eropa, China, Jepang  dan Korea dan Indonesia untuk meningkatkan ekspor.

Bahkan pihaknya sudah berbicara lama dengan para bayer untuk membeli karet sebanyak-banyaknya karena akan ada penguanga  stok dan kenaikan harga, tapi karena kondisi ekonomi dunia lagi sakit  dan kebutuhan karet mentah untuk produkau ban juga mengalami penurunan permintaan.

“Saat ini harga karet perkilo gram hanya 1.40 sampai 1,5 USD perkilongram,” bebernya.(May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here