Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Palembang DJP Targetkan Penerimaan Rp 15,7 Triliun

DJP Targetkan Penerimaan Rp 15,7 Triliun

Tanggal : Pukul :
463
0
(Kiri-kanan) Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumsel dan Kepulauan Babel, Imam Arifin dan Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru, dan Wakil Gubernur Sumsel, Mawar di Yahya.

Palembang, Detik Sumsel – Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Sumsel dan Kepulauan Babel tahun ini menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 15,7 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari realisasi tahun lalu.

Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumsel dan Kepulauan Babel, Imam Arifin memaparkan, dari Pendapatan Negara yang dianggarkan sebesar Rp 2.165,1 triliun, lebih dari 80 persennya atau Rp 1.786,4 triliun berasal dari pajak.

“Sumsel dan Babel mendapatkan porsi target Rp 15,7 triliun. Tentu untuk mendapat ini perlu dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah,” kata Imam, Selasa (12/3).

Menurutnya, penerimaan negara tersebut digunakan untuk melaksanakan pembangunan di seluruh daerah melalui dana perimbangan, dana transfer umum, dana transfer khusus, dan dana desa.

Untuk menjamin kelancaran pembangunan di daerah Sumsel, Imam berharap dukungan dari pimpinan daerah dan masyarakat. Salah satunya dengan pembayaran dan pelaporan pajak yang benar dan tepat waktu. Dukungan pemerintah daerah lainnya adalah dengan sinergi pelaksanaan program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP).

Setiap pemohon ijin melalui Pemerintah Daerah, haruslah telah melaksanakan kewajiban perpajakannya. Imam berharap masyarakat atau pengusaha tidak hanya menikmati hasil pembangunan dan mendapatkan fasilitas melakukan usaha di Sumsel, tetapi juga mau berkontribusi dan berbagi biaya untuk melaksanakan pembangunan.

Menurut Imam, saat ini yang menjadi kendala pemerintah dan Ditjen pajak dalam meningkatkan penerimaan pajak karena tax rasio masih sangat kecil. Jika dibandingkan dengan negara tetangga atau negara maju, angka tax rasio di Indonesia hanya berkisar 12,4 persen. Sementara negara lain sudah di atas 14 persen bahkan di Eropa sudah ada yang di atas 30 persen.

“Untuk meningkatkan pendapatan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak, kami mengadakan Pekan Panutan Pajak. Disini kami mengingatkan semua wajib pajak untuk segera melaporkan SPT tahunan agar tidak terkena sanksi,” katanya.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, jika Pemprov Sumsel menyambut baik diadakannya Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan. Acara ini sangat berarti bagi masyarakat karena masyarakat menuntut keteladanan para pemimpin, baik pemimpin daerah sipil atau militer, pemimpin perusahaan, maupun pemimpin masyarakat.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Wakil Gubernur, Kapolda, Kasdam Sriwijaya, Ketua DPRD, Ketua Kejaksaan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Kepala BPK, pejabat eselon dua instansi vertikal, pimpinan beberapa perguruan tinggi, pimpinan media, tokoh masyarakat, dan beberapa wajib pajak.

Deru berharap masyarakat Sumsel selalu tertib dalam membayar dan melaporkan pajak, seperti telah dicontohkannya. Dengan kepatuhan wajib pajak Sumsel yang tinggi, penerimaan pajak dapat tercapai dan pembangunan di Sumsel dapat dilaksanakan dengan lancar. Hal tersebut penting karena sebagian besar penerimaan negara berasal dari pajak.

Beberapa perusahaan nasional yang berusaha di Sumsel, belum berkontribusi bagi Sumsel. Banyak investasi yang masuk ke Sumsel tetapi terdaftar di luar Sumsel.

Ia mengimbau perusahaan tersebut segera membuat NPWP dengan alamat di Sumsel. Sehingga dapat meningkatkan dana bagi hasil yang diterima oleh Sumsel. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here