Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Sriwijaya FC Diwarnai Faktor Non Teknis, Sriwijaya FC Kalah Dramatis

Diwarnai Faktor Non Teknis, Sriwijaya FC Kalah Dramatis

Tanggal : Pukul :
666
0
Pelatih Sriwijaya FC Alfredo Vera memberikan komentar usai pertandingan

#Makin Dekati Zona Degradasi

Palembang, Detik Sumsel-Diwarnai banyaknya faktor non teknis sepanjang pertandingan, perjuangan Sriwijaya FC meraih poin di Stadion Moch. Soebroto, Magelang dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2018 pekan ke-27, Selasa (23/10) malam akhirnya berakhir dengan kekalahan dramatis.

Tandukan kepala Bruno Silva pada injury time babak kedua ke gawang Teja Paku Alam, menyudahi perlawanan Laskar Wong Kito yang tampil dengan 10 pemain sejak menit 64′. Usai Zalnando mendapatlan kartu merah dan membuat laga berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSIS Semarang.

Hasil minor ini membuat Yu Hyun Koo dan kawan-kawan gagal memberikan hadiah terbaik bagi ulang tahun ke-14 SFC. Kekalahan tersebut membuat SFC tidak beranjak dari peringkat 15 klasemen sementara dan makin mendekati zona degratasi, dengan raihan poin 30 atau hanya selisih 3 poin dari PSMS Medan di posisi juru kunci.

Baca Juga :   Sriwijaya FC Juara Paruh Musim Liga 2 Wilayah Barat, Apabila...

Sedangkan bagi PSIS Semarang, tambahan tiga angka tersebut membuat tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu makin mantap di  papan tengah dan menempati posisi 9 klasemen dengan perolehan 36 poin.

“Kita sudah bermain maksimal. Mungkin hasilnya akan berbeda kalau masih main 11 lawan 11. Kita juga banyak menciptakan peluang, tapi kita tidak beruntung,”ucap Pelatih Kepala SFC Alfredo Vera usai laga.

Arsitek asal Argentina ini juga menilai pertandingan sudah tidak kondusif dan banyak faktor non teknis baik dilapangan (wasit) maupun luar lapangan. Salah satunya terkait adanya insiden lampu stadion yang mati beberapa kali dan menyebabkan konsentrasi pemain terganggu.

Baca Juga :   Naturalisasi Tak Kunjung Selesai, HZ Sarankan Hilton Moreira Lakukan Hal Ini

“Kalau begini terus, bagaimana sepakbola Indonesia bisa maju. Kita sudah datang dari jauh untuk melakukan pertandingan yang sangat penting buat kita. Tapi justru yang terjadi seperti ini. Kondisi ini bukan yang pertama terjadi dan saya alami,”keluhnya.

Sebelumnya, dia juga pernah merasakan saat masih membesut Persebaya. Dimana pengadil dilapangan dengan mudahnya memberikan kartu kepada pemain tim lawan.

“Pemain kita mudah sekali diberikan kartu. Tapi sebaliknya, seberapa banyak pemain kita mendapatkan pelanggaran, justru tidak dikasih (kartu). Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak mau banyak bicara lagi dan kita sudah kalah. Kita sangat kecewa, karena pemain kami sudah tampil dengan maksimal. Di (sepakbola) Indonesia yang penting menang, tidak penting bagaimana cara bermain,”bebernya lagi. (Iyop)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here