Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Divonis Hukuman Mati, Hendra : Saya Masih Punya Anak dan Istri

Divonis Hukuman Mati, Hendra : Saya Masih Punya Anak dan Istri

Tanggal : Pukul :
43408
0
Hendra Zainal Mahdar (34), mengaku sangat menyesal dengan perbuatannya yang menjadi kurir jaringan narkoba Internasional.

Sekayu, Detik Sumsel – Ditetapkan majelis hakim dengan hukuman mati, Hendra Zainal Mahdar (34), mengaku sangat menyesal dengan perbuatannya yang menjadi kurir jaringan narkoba Internasional.
Tergiur dengan penghasilan yang menjanjikan, dirinya nekat melakukan pekerjaan haram tersebut.

“Awal mula terjun menjadi kurir karena di iming – imingi dengan penghasilan yang besar. Selain itu, faktor ekonomi menjadi pertimbangan awal. Pertama kalinya, saya mengantarkan sabu sebanyak 1 ons,” beber nya saat ditemui awak media di Lapas Kelas II B Sekayu.

Warga Jl. Tg. Kelapa Hulu Rt. 02 RW 01 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Indragiri Hili Provinsi Riau ini juga, mengakui bahwa dirinya menjadi kurir untuk kedua kalinya, dengan upah sebesar 10 juta rupiah.

Diceeitakan Hendra, bahwa sebelumnya dia adalah seorang pekebun sawit miliknya sendiri seluas dua hektare. Sampai saat ini pun, kebun tersebut masih dikelolah.

“Ya, dulu saya pakai narkoba jenis sabu, tapi sekarang udah gak lagi. Jika di penjara seperti ini, hasil kebun tersebut lah yang akan menghidupkan istri dan anak, untuk makan”, beber Hendra.

Suami dari Siti Khadijah yang sudah mempunyai dua anak yakni Khoirul sedang duduk di bangku SD kelas empat dan Bahdar yang berumur 10 bulan ini mengatakan bahwa hukuman yang ia terima tidaklah setimpal, karena dirinya hanya lah kurir.

“Hukuman ini saya rasa tidak setimpal, karena saya hanyalah suruh – suruhan”, ucapnya.

Dengan dilaksanakannya sidang di Pengadilan Negeri sekayu, Rabu (11/12) akan dilakukan proses Banding selama tujuh hari. Hendra berharap putusan tersebut bisa berubah dan ada keringanan.

“Saya berharap putusan bisa berubah, setidaknya bisa terlepas dari hukuman mati, mengingat keluarga begitu terasa berat”, ungkapnya

Selain berat, dirinya juga merasa bersalah karena disaat tertangkap oleh Bareskrim Mabes Polri di SPBU 240.307.206 jalan lintas Sumatera Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin, ia bersama Iparnya bernama Rustam alias Ruse yang tidak tahu menahu bahwa dirinya akan mengantarkan sabu.

“Ipar saya, suami dari adik saya juga divonis hukuman pidana mati juga, ia tidak tahu kalau saya mau mengantarkan barang haram. Rustam ikut bersama saya, karena ia ingin jalan – jalan ke Palembang, kebetulan lagi gak ada kerjaan”, tuturnya.

Hendra yang sudah membina mahligai rumah tangga sejak 2015 ini merasa tidak adil atas putusan yang ia terima.

“Ia saya rasa ini tidak adil, tuntutan nya berapa, bisa putus hukum mati. Saya juga manusia, punya hak untuk hidup, punya keluarga istri dan anak yang harus saya hidupi”, ucapnya.

Sebagai informasi, tertangkapnya Hendra dan Rustam bermula dari Ismail alias Yong Bin Ansar meminta dicari kan sabu kepada M. Amin alias Aming Bin Maddiolo.

Dimana status Ismail adalah seorang narapidana di Rutan kelas II Prabumulih sedang menjalani masa tahanan selama 11 tahun dipenjara, namun saat ini ia sudah menjalaninya kurang lebih 5 tahun.

Amin pun mendatangi rumah Hendra meminta carikan sabu dengan membayar DP sebanyak 20 juta rupiah.

Sabu 10kg yang dibawa oleh Hendra ini didapat dari Utte dan Wahyu (Belum tertangkap) yang berasal dari Malaysia. (edy)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here