Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Fedy Siswanto SH kuasa hukum almarhum Bripka Adhi Pradana menunjukkan bukti laporan dihadapan awak media

Ditreskrimum Polda Sumsel Kawal Kasus Pembunuhan Bripka Adhi Pradana

Palembang, Detik Sumsel — Kuasa hukum almarhum Bripka Adhi Pradana anggota Polsek Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat yang tewas ditikam saat mengurus sengketa tanah di Desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang pada 2 September 2020 lalu meminta Polres Empat Lawang dan Polda Sumsel mengusut pelaku lain yang terlibat dalam pembunuhan Bripka Adhi Pradana.

Hal ini disampaikan Fedy Siswanto SH kuasa hukum almarhum Bripka Adhi Pradana usai bertemu dengan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan di gedung Widodo Budidarmo Ditreskrimum Polda Sumsel Senin (14/9).

“Alhamdulillah kami diterima dengan baik oleh bapak Direktur Reskrimum Polda Sumsel dan Ditreskrimum Polda Sumsel akan mengawal terus kasus ini,” ujar Fedy Siswanto SH kepada wartawan.

Dikatakan Fedy, saat korban meninggal pihak keluarga hanya melakukan visum dan tidak melakukan uji forensik setelah itu korban langsung dimakamkan. Dugaan sementara mungkin kematian korban tersebut akibat dari tusukan atau ada unsur lain. Motif pembunuhan ini terjadi asal mulanya dari sengketa tanah.

Baca Juga :   Menyamar Jadi Pembeli, Team Jangan Gurah Tangkap Pengedar Ganja

“Untuk itu kami meminta agar Kapolda Sumsel dan Kapolres Empat Lawang tidak melindungi pelaku yang termasuk pelaku otak utama ya pertama perbuatan keji ini, yang jelas tindak pidana ini tidak mungkin berdiri sendiri pasti ada keterkaitan lebih dari dua orang apalagi dari masalah sengketa tanah dan dikhawatirkan jika insiden ini tidak diungkap maka jadi dendam turun temurun,” ungkapnya.

Dedi menambahkan, kalau misalkan pihak keluarga menyetujui dan dikonfirmasi lagi kita akan uji forensik, agar kasus ini tetap disesuaikan dengan seadil-adilnya kepada pihak Kepolisian khususnya Polda Sumsel,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan SIK, melalui Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi mengatakan, keluarga korban sudah datang bersama pengacaranya, dan sudah menyampaikan beberapa hal yang mungkin bisa menjadi masukan untuk proses penyidikan, dimana saat ini proses tetap dilakukan oleh Polres Empat Lawang.

Baca Juga :   Istri Sering Digoda, Pegawai Honorer BPKAD Sumsel Bunuh Teman Sekantor

Suryadi mengungkapkan, korban adalah salah satu anggota Polri yang berdinas di Polda Jawa Barat yang statusnya masih aktif, tadi ada juga masukkan dari pihak keluarga korban, pada saat keluarga korban datang dilokasi mengantar korban dan menyaksikan bahwa dilokasi ada banyak orang yang berkumpul lebih dari 10 orang.

“Kami koordinasikan dengan penyidik di Polres Empat Lawang, kemudian kita lakukan supervisi dan rencana besok dari pihak kuasa hukum serta keluarganya akan audiensi dengan Reskrim Polres Empat Lawang. kita akan kawal permasalahan ini supaya berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya.

Diketahui Bripka Adhi Wira Pradana (44) meregang nyawa, setelah ditikam dua Reca (25) dan Widodo (35), di Desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Rabu (02/09/2020) pukul 13.00 WIB hingga mengalami beberapa luka tusuk dan bacokan. Hingga saat ini, kedua tersangka sudah dilimpahkan ke Polda Sumsel.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Fauzi

Avatar

Check Also

Soal Penganiayaan Oknum Kades, Korban Laporkan Kejari dan PN Kayuagung ke Komisi Yudisial dan Komisi Kejaksaan

Kayuagung, Detik Sumsel — Sidang perkara penganiayaan dengan terdakwa oknum Kades Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *