Gran Fondo
Branch Manager KC Palembang Pasar 16 Ilir Ardi Susanto disela - sela penyerahan bantuan kepada Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Agung Sultan SMB II. (Ist)

Ditengah Pandemi, Pembiayaan BSM Naik 7 %

Palembang, Detik Sumsel – Kinerja Bank Mandiri Syariah tumbuh dengan baik, resilient, dan solid dengan kualitas yang terjaga.

Hingga September, Mandiri Syariah berhasil meraih pencapaian tertinggi dengan menghimpun laba Rp1,07 triliun dan meningkatkan pembiayaan hingga 7,39% year on year menjadi Rp79,27 triliun dengan kualitas terjaga baik.

Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah ditopang dengan adanya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 17,28% year on year menjadi Rp106,12 triliun sehingga asset Mandiri Syariah mencapai Rp119,43 triliun, tumbuh 16,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian karena menyerang kesehatan tapi alhamdulilah kinerja BSM tetap baik dan on the track,” ujar Branch Manager KC Palembang Pasar 16 Ilir Ardi Susanto disela – sela penyerahan bantuan kepada Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Agung Sultan SMB II, Jumat (30/10).

Baca Juga :   Pastikan Layanan Tetap Berjalan, BSB Akui Ada Karyawan Positif Covid-19

Pandemi ini juga membuat BSM lebih berinovasi dengan menghadirkan serta menempatkan customer centric sebagai prioritas. Mandiri Syariah fokus pada produk retail dan konsisten, dengan melakukan inovasi dalam layanan digital.

Layanan digital diimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, net banking maupun layanan digital branch. Diantaranya fitur buka rekening online, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif Aisyah yakni layanan virtual yang dapat diakses selama 24 jam.

“Ketiga fitur tersebut baru dimiliki oleh Mandiri Syariah, sebagai inovasi di masa pandemi,” tambahnya.

Ardi mengatakan, pandemi ini juga membuat masyarakat sadar dan bersatu bahu membahu, untuk saling peduli kepada sesama meringankan beban. Salah satunya yakni dengan program BSM Mengalirkan Berkah (BMB), berupa bantuan uang tunai kepada pedagang atau usaha kecil mikro di sekitar Masjid Agung sebesar Rp 5 juta.

Baca Juga :   TikTok Ajak Kreator Berbagi Edukasi dalam Kompetisi #TiktokPintar

“Untuk ketahanan pangan kami berikan dalam bentuk bantuan/santunan sembako senilai Rp165.000/paket, bantuan pendidikan kami eksekusi melalui program orang tua asuh atau beasiswa bagi pelajar yatim dan dhuafa sebesar Rp300rb/siswa/bulan, bantuan kesehatan kami berikan dalam bentuk bantuan alat sanitasi (sarana cuci tangan, masker, handsanitizer, desinfektan, thermometer tembak dan alat kesehatan lainnya) adapun untuk bantuan modal usaha kecil (ultra micro) diberikan kepada masyarakat terdampak covid misal pedagang, tukang ojek, dll dengan maksimal nilai bantuan Rp500.000,- per 1 usaha,” tutup Ardi.(May)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Maya

Avatar

Check Also

Targetkan Satu Desa Satu Outlet LPG di Sumsel

Palembang, Detik Sumsel – Program One Village One Outlet (OVOO) yang diinisiasi Pertamina untuk mempercepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *