Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Liputan Khusus Disdikbud OI : Untuk Peningkatan Kompetensi Guru

Disdikbud OI : Untuk Peningkatan Kompetensi Guru

Tanggal : Pukul :
593
0
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan Ogan Ilir, Darojat

Lipsus, Detik Sumsel- Terkait tunjangan profesi guru (TPG) yang harus disisihkan 10 persen dan harus membuka di rekening BRI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Arianto melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan Ogan Ilir, Darojat membenarkan hal tersebut.

“Ya, benar bagi guru yang sudah sertifikasi mereka harus membuka rekening baru di BRl dengan meyisikan tunjangannya 10 persen di rekening tersebut,” katanya.

Ia menambahkan aturan penyisihan 10 persen dari tunjangan tersebut sesuai aturan dari Permendikbud no 15 tahun 2018 dan diturunkan ke Peraturan Bupati No 74 tahun 2018.

Baca Juga :   SDM Kurang, Kepala UPTD Pasar Bawahi Tiga Pasar Sekaligus

“Pemkab melalui Disdikbud OI membuat aturan yang dituangkan dalam Peraturan Bupati OI dan Petunjuk Teknisnya diatur dalam SK Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OI. Salah satu poin yang dibahas yaitu, guru wajib menyisihkan 10 persen TPG yang diterimanya untuk peningkatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi dirinya sendiri,” ujarnya.

Kegiatan itu bisa berupa seminar, pengembangan karya inovatif, membuat media pembelanjaran, membuat karya ilmiah, dan studi komparasi. Penggunaan dan pengaturannya diserahkan kepada guru itu sendiri, Disdikbud Kabupaten OI tidak pernah mengatur, memotong, ikut campur terhadap TPG yang diterima guru. Hanya saja, Dinas membuatkan aturannya agar bisa dimonitoring dan pelaksanaannya bisa terpantau dengan baik.

Baca Juga :   Pengadilan Agama OKI Terima Lebih Seratus Berkas Gugatan Cerai Warga OI

Selain itu, alasan kenapa harus di BRI dikarenakan sudah ada MoU dengan pihak tersebut.

“Sebelumnya pihak pemerintah daerah OI sudah ada MoU dengan Bank Sumsel Babel, oleh karena itu harus membuka di rekening tersebut. Untuk alasan nilainya kenapa harus Rp 250 ribu membuka rekening tersebut itu sudah kebijakan pihak bank bukan dari Disdikbud,” pungkasnya. (AL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here