Pemerintah Sumatera Selatan
ACT GLOBAL QURBAN
Beranda Kriminal Disaksikan Pemiliknya, BNN Sumsel Blender 35 Kg SS Serta 34 Ribu Butir...

Disaksikan Pemiliknya, BNN Sumsel Blender 35 Kg SS Serta 34 Ribu Butir Ekstasi

Tanggal : Pukul :
254
0
Disaksikan Pemiliknya, BNN Sumsel Blender 35 Kg SS Serta 34 Ribu Butir Ekstasi
Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan menunjukkan barang bukti ekstasi sebelum dilakukan pemusnahan

Palembang, Detik Sumsel — Dengan disaksikan tiga tersangka Joni, Riyan dan Yabot pemilik sabu seberat 35 kilogram dan 34 ribu lebih butir pil ekstasi dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel Selasa (11/2) bertempat di kantor BNNP Sumsel Jakabaring.

Barang haram ini merupakan hasil ungkap kasus yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel bersama bae cukai Palembang beberapa waktu lalu dengan mengamankan tiga orang tersangka.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan menjelaskan tiga pelaku ditangkap berkat kerja sama dan laporan dari masyarakat. Yang mana ketiga orang diperintahkan untuk mengantarkan sabu sebanyak 35 kilogram dan ekstasi 34 ribu lebih butir kewilayah Sumsel berdasarkan perintah AC seorang bandar narkotika asal Tembilahan, Riau. Ketiga tersangka Joni dan Riyan warga Tembilahan, Indragiri Hilir, Provinsi Riau serta Yabot yang merupakan warga Palembang membawa narkoba dari Riau tujuan ke wilayah Sumsel.

“Narkotika yang disita ini berasal dari Malaysia dan akan dipasarkan di Sumatera Selatan melalui rute pulau Batam, Provinsi Riau melalui jalur darat hingga ke Sumatera Selatan,”kata Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan disela sela pemusnahan Selasa (11/2).

Baca Juga :   Diduga Gandir, Napi Lapas Merah Mata Tewas Tergantung Dikamar Mandi

Dikatakan Jhon, dari 35 kilogram sabu, 29 kilogram untuk dipasarkan di Kabupaten PALI dan sisanya 6 kilogram untuk dipasarkan wilayah Palembang. Namun upaya penyelundupan narkotika tersebut gagal setelah ketiga tersangka ditangkap pada akhir Desember lalu di hari yang sama.

“Tersangka Joni dan Riyan ditangkap di Betung, Banyuasin, sementara tersangka Yabot ditangkap di Palembang di hari yang sama pada 31 Desember lalu,” ungkap jenderal bintang satu itu.

Selain tersangka dan beserta barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan dua unit mobil minibus yang digunakan ketiga tersangka dalam mendistribusikan narkotika.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 Junto Pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati.

“Sesuai komitmen BNN untuk memberantas narkotika, kami akan terus menelusuri dan menindak jaringan narkotika, khususnya yang akan masuk Sumatera Selatan,” tandas Jhon.

Lanjut pihaknnya dibalik kesuksesan menggagalkan penyelundupan narkotika tersebut, petugas BNNP Sumsel punya cerita menarik saat penyergapan ketiga tersangka.

Selasa pagi tanggal 31 Desember sekitar pukul 07.10, petugas BNN yang mendapat informasi keberadaan tersangka, bertolak menuju lokasi penangkapan di Betung, Kabupaten Banyuasin.

Baca Juga :   Simpan Sajam Untuk Incar Wanita, Riky dan Rul Masuk Penjara

“Saat berada di SPBU di Betung, tim kami mengidentifikasi sebuah kendaraan roda empat yang ciri-cirinya mirip dengan yang dilaporkan informan kami yakni Toyota Avanza dengan nomor polisi BM 1671 BE. Diduga kendaraan tersebut dikemudikan tersangka Joni dan Riyan,” kata Kepala Bidang Penindakan BNNP Sumsel, AKBP Agung Sugiyono.

Petugas lalu membuntuti kendaraan tersebut sambil memastikan kevalidan informasi mengenai ciri-ciri kendaraan yang dimaksud.

Setelah diyakini kendaraan tersebutlah yang membawa narkotika, petugas melakukan penyergapan di jalan lintas Betung-Sekayu, tepatnya di Kecamatan Betung.

“Namun saat akan diberhentikan, kendaraan tersebut berusaha kabur sehingga terpaksa diberi tindakan tegas terukur dengan menembak body kanan depan mobil,” jelasnya.

Sementara itu tersangka Joni mengaku ia  mendapatkan upah sebesar Rp 15 juta dari AC jika barang tersebut sudah sampai ditujuanm

“Dikasih DP (uang muka upah mengantar sabu dan ekstasi) Rp 15 juta, uang jalan Rp 5 juta,” kata pria 29 tahun itu.

Joni mengaku sebelumnya ia juga pernah ditugaskan mengantar sabu ke Sumatera Selatan.

“Sudah dua kali ditugaskan bos (AC) antar narkoba, tapi yang kedua kali ini tertangkap,” kata dia.(oji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here