Pemerintah Sumatera Selatan
Pemerintah Musi Banyuasin
Beranda OKU Timur Dinkes OKU Timur Terkesan Eksklusif

Dinkes OKU Timur Terkesan Eksklusif

Tanggal : Pukul :
674
0
Suasana kantor Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur. (Foto: Susi Riwayati/Detik Sumsel)

Martapura, Detik Sumsel- Penerapan kebijakan di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKU Timur terkesan eksklusif. Ruang kantor direka sedemikian rupa, para tamu harus mengisi buku tamu. Bahkan ruangan dikunci dengan finger print, sehingga tamu bisa masuk kalau dibuka oleh pegawai yang sidik jarinya terkoneksi dengan finger print.

Tamu yang berkunjung ke kantor Dinas Kesehatan OKU Timur harus mengisi buku tamu, dan menyampaikan keperluan. Bahkan ada beberapa tamu kecewa dan langsung pergi, karena menunggu terlalu lama pegawai yang bertugas didepan tidak kunjung datang, meskipun sudah berkali-kali dipanggil.

Baca Juga :   Anggota Polisi Ditemukan Tewas Dalam Bus MPM

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah OKU Timur Jumadi mengatakan, Dinkes sudah menerapkan pelayanan dengan tata ruang sesuai kebutuhan layaknya kantor pelayanan pemerintah.

“Itu memang sudah kebutuhan untuk pelayanan administrasi dan publik supaya tertib. Dan tamu yang datang bisa dikontrol, tidak lalu lalang jika tidak ada kepentingan. Orang jualan bisa masuk dengan mudah, itu harus ditertibkan,” katanya Jumat (5/7).

Jika sudah ditata tertib, lanjut Jumadi, pembinaan terhadap pegawai yang bertugas harus bisa melakukan kontrol, jangan sampai tamu yang ada kepentingan bisa terhambat, karena tidak adanya pegawai yang berjaga disana.

Baca Juga :   Istri Bupati OKU Timur Tutup Usia

“Tinggal pembinaan saja, mungkin nanti teknisnya Dinkes yang mengatur, jangan sampai pelayanan publik terganggu,” ujarnya.

Sementara, Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur Sugeng mengatakan, kantor pemerintahan boleh saja bersifat eksklusif. Namun harus didukung dengan manajemen protokol yang berorientasi pada kemudahan akses informasi publik.

“Kantor Dinkes OKU Timur dibangun dari uang rakyat. Dan pegawainya juga digaji dari uang rakyat. Seharusnya, sebagai tempat memberikan pelayanan masyarakat kurang tepat menerapkan eksklusifitas dalam pelayanan,” pungkasnya. (Sus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here