Pemprov
Suasana kantor Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur. (Foto: Susi Riwayati/Detik Sumsel)

Dinkes OKU Timur Terkesan Eksklusif

Martapura, Detik Sumsel- Penerapan kebijakan di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKU Timur terkesan eksklusif. Ruang kantor direka sedemikian rupa, para tamu harus mengisi buku tamu. Bahkan ruangan dikunci dengan finger print, sehingga tamu bisa masuk kalau dibuka oleh pegawai yang sidik jarinya terkoneksi dengan finger print.

Tamu yang berkunjung ke kantor Dinas Kesehatan OKU Timur harus mengisi buku tamu, dan menyampaikan keperluan. Bahkan ada beberapa tamu kecewa dan langsung pergi, karena menunggu terlalu lama pegawai yang bertugas didepan tidak kunjung datang, meskipun sudah berkali-kali dipanggil.

Baca Juga :   Kashartadi Usung Komposisi 70% Pemain Senior dan 30% Pemain Muda

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah OKU Timur Jumadi mengatakan, Dinkes sudah menerapkan pelayanan dengan tata ruang sesuai kebutuhan layaknya kantor pelayanan pemerintah.

“Itu memang sudah kebutuhan untuk pelayanan administrasi dan publik supaya tertib. Dan tamu yang datang bisa dikontrol, tidak lalu lalang jika tidak ada kepentingan. Orang jualan bisa masuk dengan mudah, itu harus ditertibkan,” katanya Jumat (5/7).

Jika sudah ditata tertib, lanjut Jumadi, pembinaan terhadap pegawai yang bertugas harus bisa melakukan kontrol, jangan sampai tamu yang ada kepentingan bisa terhambat, karena tidak adanya pegawai yang berjaga disana.

Baca Juga :   Usai Pemilu, Kapolres Lahat: Lahat Aman dan Kondusif

“Tinggal pembinaan saja, mungkin nanti teknisnya Dinkes yang mengatur, jangan sampai pelayanan publik terganggu,” ujarnya.

Sementara, Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur Sugeng mengatakan, kantor pemerintahan boleh saja bersifat eksklusif. Namun harus didukung dengan manajemen protokol yang berorientasi pada kemudahan akses informasi publik.

“Kantor Dinkes OKU Timur dibangun dari uang rakyat. Dan pegawainya juga digaji dari uang rakyat. Seharusnya, sebagai tempat memberikan pelayanan masyarakat kurang tepat menerapkan eksklusifitas dalam pelayanan,” pungkasnya. (Sus)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Susi Riwayat

Avatar

Check Also

Komputer Alat Berat Digasak Maling

Lahat, Detik Sumsel – Persaingan kotor antar perusahaan agar tetap eksis beroprasi, kembali terjadi. Beruntung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *