Pemerintah Sumatera Selatan
Pemerintah Musi Banyuasin
Beranda Liputan Khusus Dilema Caleg Jelang Hari Pencoblosan

Dilema Caleg Jelang Hari Pencoblosan

Tanggal : Pukul :
558
0
Tampak baliho dan banner Caleg Palembang dan Sumsel menjadi pemandangan baru di setiap sudut Kota Palembang. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

* Diminta Mahar Hingga Didatangi Paranormal

Lipsus, Detik Sumsel- Pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) 2019 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tinggal 17 hari, sejumlah caleg yang mengikuti bursa Pileg ini pun sudah pasti harap-harap cemas. Persaingan untuk mendapatkan kursi di parlemen pun sangat ketat.

Dalam perjalanannya, beberapa caleg di Sumsel mengaku ada yang diminta mahar oleh sejumlah warga untuk iming-iming bisa mendapatkan suara terbanyak, bahkan ada pula paranormal yang datang kepada caleg untuk menawarkan jasa memenangkan caleg bisa duduk di kursi empuk DPR.

Banner dan baliho Caleg Kota Palembang dan Provinsi Sumsel menghiasi setiap sudut Kota Palembang. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Seperti misalnya yang diungkapkan Caleg DPR RI Partai Golkar nomor urut delapan Dapil Sumsel I, Lury Elza Alex, putri bungsu dari mantan gubernur Sumsel dua periode Alex Noerdin ini mengaku dirinya pernah didatangi beberapa pihak untuk meminta dirinya melakukan praktek money politik.

“Tapi menurut saya rakyat sudah pintar memilih mana caleg yang berkualitas, sehingga praktek money politik tidak terlalu berdampak signifikan bagi perolehan suara dan yang terpenting adalah bagi kita untuk membina jaringan dan turun menyapa warga dengan menyerap aspirasi mereka,” ungkapnya.

Lury mengaku, selama ini semasa dirinya melakukan sosialisasi dan menyerap aspirasi masyarakat ke daerah-daerah dirinya hanya menjalin kerjasama dengan orang yang mampu menjadikan dirinya sebagai calon yang diperhitungkan dengan bekal visi dan misi untuk kebaikan masyarakat di Dapil sendiri. “Kita melihat kredibilitas orang tersebut apakah memang mampu untuk menjadikan kita calon yang diperhitungkan,” ulasnya.

Baca Juga :   Enam Petugas KPPS di Sumsel Meninggal, KPU: Rekapitulasi Tidak Meski 24 Jam

Adik kandung Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza ini jugua menyebutkan bahkan dirinya juga pernah didatangi paranormal atau dukun dengan menawarkan jasa dan mengajak kerjasama. “Pernah ada yang datang, tapi kami tidak pernah menanggapi” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Calon Anggota DPD RI asal Sumsel nomor urut 29, Charma Afrianto juga mengaku ketika dirinya mendatangi suatu desa di Kabupaten Muara Enim ada beberapa oknum kades dan Tokoh Masyarakat untuk meminta dirinya agar melakukan money politik dan juga meminta mahar sebagai jaminan bisa meningkatkan suara saat hari pencoblosan.

“Tentu kami dan Tim menolak, bagi kami yang terpenting duduknya kami menjadi senator di senayan benar-benar menjadi keterwakilan masyarakat Sumsel dan kami cuma bisa melakukan kontrak politik untuk masyarakat bahwasanya kami akan memaksimalkan fungsi DPD RI wakil sumsel di senayan kami siap mendorong peningkatan APBD Sumsel, membangun Rumah Tahfiz di seluruh desa di sumsel sesuai visi kami Sumsel Bersyariah, Mandiri dan Sejahtera,” tegasnya.

Baca Juga :   Satu Hektare Hanya Dapat Rp 400 Ribu

Lanjut Charma, mahar politik justru sangat merugikan masyarakat Sumsel sendiri dan kalau tertangkap tangan akan dibawa ke ranah pidana. “Ayo kita ciptakan Pileg dan Pilpres ini benar-benar sangat bersih dan gunakan hak pilih sesuai hati nurani,” tuturnya.

Charma menyebutkan, beberapa waktu lalu pula dirinya melalui jejaring media sosial mendapatkan tawaran dari paranormal untuk dilakukan penerawangan dan pembangkitan aura. “Tapi kami hanya percaya pada Takdir Allah, ketika ikhtiar sudah dilakukan dengan maksimal dan cara-cara yang benar, Insya Allah hasil tidak akan mengkhianati proses,” kata Charma.

Terpisah, Caleg DPRD Kota Palembang, Ustadz Jamil juga mengaku pernah diminta mahar dengan kisaran Rp150-250 ribu untuk satu mata pilih atau satu suara. “Dan kita percayakan kepada takdir dan usaha maksimal mendekati calon pemilih kita dengan program-program yang dapat diterima masyarakat pada umumnya.

Kemudian, Ustadz Jamil juga menyebutkan pernah ada paranormal yang menemui dirinya dengan menawarkan kemenangan atau aji pengasih kisaran 250 juta. “Maaf bae nak pakai jasa paranormal, kito la upnormal soalnyo,” pungkasnya.(fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here