Iklan
Pemprov
Kuasa hukum Fenus Antonius, Chrishandoyo SH MH dan Fikri Bratha SH menunjukan bukti kepemilikan saham Cafe Temu Rindu dihadapan wartawan

Dilaporkan Dugaan Kasus 372, 378 KUHP, Kuasa Hukum Fenus Antonius: Pelapor Tanamkan Saham

Palembang, Detik Sumsel — Melalui kuasa hukumya, Chrishandoyo BS SH MH, Fenus Antonius warga Suka Negara, Kelurahan Suka Negara, Kecamatan Suku Madang II Kabupaten OKU Timur ini buka suara menanggapi laporan yang dibuat RN (47) di Polda Sumsel terhadap dirinya dan temannya Elsa Apriani warga Jalan Bakthi No 351, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II Palembang dalam dugaan kasus penipuan dan atau penggelapan serta pemalsuan surat pada Kamsi (20/5/2021).

Chrishandoyo mengatakan permasalahan antara klienny dan pelapor RN berawal saat RN ikut menanamkan modalnya dalam kepemilikan cafe Temu Rindu yang terletak di Jalan Sumpah Pemuda Kecamatan Ilir Barat I Palembang pada Oktober 2020 lalu. Jadi antara kliennya dan RN dan dua orang lainnya sama sama memiliki saham di Cafe Temu Rindu.

“Klien kami memiliki saham 30 persen di cafe Temu Rindu. Dari saham 30 persen itu klien kami menjual nya ke RN senilai Rp 1,5 miliar secara otomatis uang sebesar Rp 1,5 miliar itu milik klien kami karena ia sudah menjual sahamnya,”katanya kepada wartawan Senin (24/5/2021).

Sekitar satu bulan kemudian, kata Chrishandoyo kliennya kembali membeli saham cafe Temu Rindu kepada pemilik saham yang lainnya sebesar 70 persen.

Baca Juga :   Disnakertrans OKI Inventarisir Kendaraan Dinas

“Setelah itu klien kami kembali menjual 20 persen saham. Sehingga sampai saat ini ada empat orang pemilik cafe Temu Rindu. Klien kami memiliki saham 50 persen, RN 30 persen dua orang lainnya masing masing 10 persen,”bebernya.

Lebih lanjut dikatakan Chrishandoyo, untuk mengikat kepemilikan saham oleh kliennya dibuatkan akta Cafe Temu Rindu. Setelah itu empat orang pemilik saham cafe Temu Rindu ini mengembangkan usaha lain dengan brand CV Temu Rindu untuk proyek pengadaan makanan di berbagai instansi.

“Seiring berjalannya waktu, keempat pemilik saham cafe Temu Rindu tidak ada yang menanamkan modalnya dalam CV Temu Rindu sampai dengan hari ini CV Temu Rindu tidak mendapatkan proyek apapun,”jelasnya.

Kaitan antara Cafe Temu Rindu dengan CV Temu Rindu adalah dua hal yang berbeda. “Jadi kalau pelapor menanyakan kemana uang Rp 1,5 miliar yang ditanamkan nya ke CV Temu Rindu tidak dibukukan ya memang benar uang itu bukan untuk usaha CV Temu Rindu. Namun uang Rp 1,5 miliar itu untuk membeli saham cafe Temu Rindu memang tidak dipungkiri ada kepemilikan pelapor RN di cafe temu rindu,”tegasnya.

Baca Juga :   Rebut Senjata Petugas, DPO Curas Ini Lumpuh Diterjang Timah Panas

Dari saham nya, 30 persen di Cafe Temu Rindu RN juga mendapatkan penghasilan perbulan 30 persen dari keuntungan cafe temu rindu.

Jadi kalau klien kami dilaporkan telah menggelapkan dan penipu uang sebesar Rp 1,5 miliar tidak benar. Karena pelapor RN dengan memiliki saham 30 persen RN mendapatkan penghasilan perbulan sebesar 30 persen dari keuntungan.

“Dan kalau RN ingin meminta kembali uang nya Rp 1,5 miliar kepada klien kami tidak bisa karena uang tersebut sudah dibelikan saham jika ingin uang tersebut tentunya saham 30 persen milik RN harus dijual terlebih dahulu ke orang lain,”terangnya.

Meskipun begitu, sebagai warga negara yang taat hukum Chrishandoyo tidak akan menghindari kliennya dari laporan yang telah dibuat pelapor RN. Karena dengan adanya laporan ini akan memberikan kepastian hukum dari kedua belah pihak.

Fikri Bratha SH menambahkan apabila pelapor tidak mampu membuktikan laporannya maka tidak menutup kemungkinan kliennya akan membuat laporan balik terkait apa yang sudah dapatkan oleh pelapor.

“Siapa yang mendalilkan, maka dia harus membuktikan kalau tidak bisa membuktikan maka tidak menutup kemungkinan klien kami akan melapor balik pelapor,”terangnya.(oji).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Haruskan Presiden Jokowi 3 Periode?

Wacana presiden 3 periode hingga kini masih menjadi buah bibir di masyarakat. Alumni FSH UIN …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *