Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Diklaim Muara Enim, Sekda Lahat Tegaskan Desa Tanjung Jambu itu Milik Lahat

Diklaim Muara Enim, Sekda Lahat Tegaskan Desa Tanjung Jambu itu Milik Lahat

Tanggal : Pukul :
621
0
Kasubag ADM Kecamatan dan Batas Daerah, Setda Lahat, Hendra Syahril Harahap, menunjukkan drap batas wilayah Lahat-Muara Enim. Foto Heru/DS

Lahat, Detik Sumsel — Terkait persoalan perebutan lahan milik Kabupaten Lahat, oleh sejumlah masyarakat Kabupaten Muara Enim. Pj Sekda Lahat, Samsul Khosirin menegaskan, lahan di Dusun IV, Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur tersebut, memang milik Kabupaten Lahat.

Kasubag ADM Kecamatan dan Batas Daerah, Setda Lahat, Hendra Syahril Harahap membeberkan, persoalan ini merupakan imbas dari permintaan Pemkab Muara Enim seperti yang terlampir dari surat Bupati Muara Enim nomor 593/1837/I/1989, tertanggal 27 Desember 1989 lalu. Perihal permohonan persutujuan rencana pengembangan batas Kota Muara Enim.

Saat itu Kabupaten Muara Enim menginginkan Desa Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Timur masuk dalam wilayahnya. Hanya saja Pemkab Lahat tidak memberi persetujuan, kecuali sekedar untuk melakukan pembangunan saja.

“Secara yuridis, Pemkab Muara Enim mengakui lahan tersebut milik Kabupaten Lahat. Sejak ditetapkan sebagai Kabupaten tahun 1950 lalu, tidak ada maslah soal tapal batas. Baru ketika 1989 mulai bermasalah, saat Muara Enim ingin memperluas batas wilayahnya,” beber Hendra, Rabu (17/10).

Terkait persoalan yang mencuat saat ini, merupakan kesalahan pihak provinsi dalam penanaman pilar batas utama (PBU) wilayah Kabupaten Lahat. Alhasil, Desa Tanjung Jambu Lahat, yang berbatasan Desa Kepur, Kabupaten Muara Enim, diakui Pemkab Muara Enim desa Tanjung Jambu masuk dalam wilayahnya.

“Seharusnya PBU itu dipasang diantara Desa Tanjung Jambu dengan Desa Kepur. Tapi terpasang ditempat lain. Tim varifikasi dari PBD Lahat – Muara Enim, Direktorat topografi angkatan darat, Biro Kukum Kemendagri, dan Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan, sudah lakukan verifikasi di lapangan,” ujarnya.

Hasil tim verifikasi di lapangan, terkait tapal batas itu kini sudah diserahklan ke Kemendagri. Kendati terjadi kesalahan dan diakui milik Kabupaten Muara Enim. Secara garis batas, Kemendagri sudah memberikan batasannya, untuk Desa Tanjung Jambu, memang milik Kabupaten Lahat.

“Persoalan ini sudah kita tindak lanjuti. Sudah disepakati, drapnya sudah di Provinsi. Kemungkinan tanggal (22/10) nanti, bakal ada MOU nya dengan Kementrian kalau tidak salah tanggal 22 untuk MoU nya dengan kementrian,” tegas Samsul Khosirin. (heru).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here