Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli, Deputi bidang pemberantasan PPATK Firman Santiabudi dan Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman menunjukkan barang bukti uang hasil TPPU bandar narkoba

Dijerat TPPU, Polda Sumsel Sita Aset Mencapai 8,4 Miliar dari Bandar Narkoba Ini

Palembang, Detik Sumsel – Komitmen untuk memiskinkan bandar narkoba kembali dibuktikan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel dengan menyita sejumlah aset milik Danil Saputra alias Jamaludin narapidana bandar narkoba asal Aceh.

Aset yang disita berupa tanah, rumah tambak udang yang tersebar di Palembang, Aceh dan Medan. Selain rumah dan tanah aset lain diantaranya lima unit mobil Fuso, tiga unit sepeda motor, satu unit mobil CRV, satu unit Toyota Sienta, satu unit X Pander serta uang tunai 1,7 miliar dengan total 8,4 miliar.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli menerangkan aset yang disita Ditresnarkoba Polda dari tersangka Danil Saputra merupakan hasil dari tindak pidana pencucian uang yang didapat dari jual beli narkoba yang dikendalikan tersangka dari dalam Lapas Merah Mata.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel Silahturahmi di Kediaman Habib Mahdi Muhammad Syahab

“Pidana asalnya sudah diketahui dari dari narkoba kami menggandeng PPATK dan perbankan dalam menelusuri asetnya,” ujar Irjen Pol Firli saat pres rilis di Mapolda Sumsel Rabu (24/7).

Dari beberapa aset yang disita ada satu usaha berbentuk CV yang didirikan oleh tersangka di Provinsi Aceh. “Selanjutnya sesuai dengan pasal 5 UU tindak pidana pencucian uang aset yang berhasil disita baik dari tindak pidana korupsi maupun tindak pidana korupsi setelah ditetapkan oleh Pengadilan akan dirampas untuk negara,” jelasnya.

Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Farman menambahkan tersangka Danil Saputra dijerat TPPU setelah pidana asalnya dari kasus narkoba yang diungkap dari teman Danil yang ditangkap bersama petugas Lapas di Lapas Merah Mata dengan barang bukti 200 gram sabu sabu dan uang sebesar 120 juta.

Baca Juga :   Heboh Penemuan Harta Karun di OKI, Polisi : "Itu Tidak Benar"

“Setelah dikembangkan ternyata narkoba tersebut milik Danil. Danil sendiri ditangkap tahun 2015 lalu dan divonis 10 tahun,” ujarnya.

Didalam Lapas Merah Mata Danil kembali menjalankan bisnisnya dan mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu sabu lintas provinsi dengan bisnis haram nya tersebut Danil memiliki aset miliaran rupiah.

Dalam satu kali transaksi sabu yang Danil kendalikan bisa mencapai 5-10 Kg sabu ke Sumsel dan pulau Jawa. Uang dari bisnis nya tersebut ada yang dialihkan bisnis tambak udang di Aceh yang turut disita.

“Untuk mengalihkan uang dari bisnis narkoba dialihkan kepada keluarga atau lewat orang lain. Jelas aset milik tersangka hasil dari pencucian uang dari hasil kejahatan narkoba,” jelasnya. (oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Lagi, Pemkab OKI Distribusikan BLT DD Rp900.000

Kayuagung, Detik Sumsel — Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat dengan memberikan bantuan. Kali ini, ditengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *