Beranda Kriminal Dijanjikan Bekerja Setelah Ikut Diklat, Belasan Remaja Ini Rupanya Tertipu

Dijanjikan Bekerja Setelah Ikut Diklat, Belasan Remaja Ini Rupanya Tertipu

Tanggal : Pukul :
2633
0
Kuasa hukum belasan remaja korban penipuan menunjukkan bukti laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Belasan remaja korban penipuan salah satu perusahaan pencetak tenaga ahli dibidang penerbangan PT VL yang berkantor di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, KM 11, simpang Kades, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang Senin (11/2) sore.

Dengan didampingi kuasa hukum mereka Lukman Abu Bakar SH mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel kedatangan mereka untuk melaporkan HS oknum pimpinan perusahaan tersebut.

Salah satunya korbannya Rony Firmansyah remaja berusia dua puluh tahun warga Jalan Ganesa, Kelurahan Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU ini sudah mengalami kerugian mencapai 29 juta setelah ditipu PT VL.

“PT VL membuka rekrut pekerjaan melalui job fair setahun lalu di Universitas IBA, saya bayar dua ratus ribu katanya untuk medical chek up, tapi ternyata tidak ada medical chek up nya,”ujar Roni usai membuat laporan.

Setelah itu, lanjutnya mereka sekolah dengan mengikuti pendidikan di PT VL, saat sekolah itulah mereka diwajibkan membayar dan pembayarannya dilakukan secara bertahap. Ada dua kelas yang pertama kelas akselerasi dan kelas reguler. Untuk biaya kelas akselerasi 29 juta, sedangkan biaya reguler 19 juta.

“Dalam mengikuti sekolah, PT VL menjanjikan dan dijamin kami bisa bekerja distaf penerbangan bandara sebelum selesai mengikuti pendidikan selama enam bulan,”

“Namun semua biaya Diklat sudah kami bayar dan Diklat sudah berakhir kami tidak kunjung dipekerjakan. Saat didatangi pihak PT VL hanya bilang sabar dan tidak memberikan kepastian,”jelasnya.

Kuasa hukum pelapor Lukman Abu Bakar mengatakan dirinya mewakili dua belas orang sebagai korban untuk melaporkan PT VL. Dimana PT VL telah membuka Diklat calon tenaga ahli dibidang penerbangan kepada para korban dengan meminta bayaran uang pendidikan dari belasan sampai puluhan juta kepada korban, korban dijanjikan bekerja setelah selesai mengikuti Diklat.

“Berdasarkan data yang saya bawa ini ada 12 orang korban dengan kerugian mencapai 300 juta lebih, namun dilihat dari jumlah korban keseluruhan nya mencapai puluhan orang yang belum melapor. Kami berharap dengan adanya laporan ini pihak kepolisian bisa mengusut dan penangkap pelaku penipuan ini,”harapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo membenarkan adanya laporan para korban yang sudah menjadi korban penipuan saat mengikuti Diklat disalah satu perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan, saat ini laporan korban sudah diterima dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Ditreskrimum untuk ditindaklanjuti.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here