Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Diduga Pipa Bocor, Semburan Minyak Pertamina Resahkan Masyarakat

Diduga Pipa Bocor, Semburan Minyak Pertamina Resahkan Masyarakat

Tanggal : Pukul :
481
0
Petugas Pertamina tampak melakukan pembersihan tumpahan minyak yang diduga berasal dari kebocoran pipa milik PT Pertamina. (Ichal/detiksumsel.com)

Prabumulih, Detik Sumsel – Insiden pecahnya pipa saluran minyak milik PT Pertamina kembali terjadi. Sebelumnya, warga Kebun Duren, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat dihebohkan dengan adanya tumpahan minyak yang mencemari anak Sungai Kelekar yang berasal dari pipa minyak Pertamina.

Kali ini, hal serupa kembali terjadi. Pipa minyak yang berada di wilayah Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat ditemukan pecah. Akibatnya minyak pun menyembur ke permukaan.

Pantauan di lapangan, tumpahan minyak tersebut berada di dalam saluran drainase Jalan Sudirman tepatnya di RT 01 RW 04 Kelurahan Patih Galung. Minyak mentah berwarna hitam itu mengalir di sepanjang sekitar lima meter dari lokasi sumber pecahnya saluran pipa.

Untuk mengantisipasi meluasnya tumpahan minyak, sejumlah pekerja dari Pertamina dan warga sekitar tampak membersihkan drainase dari minyak. Beruntung minyak tidak mengaliri kebun dan lingkungan warga sehingga tidak menyebabkan kerugian bagi masyarakat.

Adanya minyak tersebut membuat warga khususnya warga RT 01 mengaku resah karena khawatir minyak akan terbawa air ketika hujan dan mengaliri sungai maupun lahan. Tidak hanya itu, warga juga mengkhawatirkan jika minyak terus menggenangi kawasan tersebut akan menyebabkan kebakaran akibat ulah orang iseng yang menyulutkan api ke tumpahan minyak.

Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Patih Galung, Sarpan kepada sejumlah wartawan mengatakan, minyak tumpah ke drainase jalan disebabkan pipa pertamina di bawah jalan mengalami kebocoran dan peristiwa itu sudah terjadi sejak 1 bulan lalu.

Baca Juga :   Dongkrak PAD. Hotel, Restoran dan Tempat Hiburan Dipasang Tapping Box

“Awalnya keluar dari pipa di tengah jalan lalu dibersihkan, perkiraan pertamina dari dalam kesing pipa saja minyak itu sehingga sehari sampai tiga hari tidak keluar lagi setelah ditutup. Lalu setelah itu keluar lagi dan kita lapor lagi ke Pertamina karena tambah banyak, itu terjadi sudah sejak sebulan lalu,” ungkapnya.

Sarpan mengatakan, dengan adanya tumpahan itu pihaknya khawatir akan menyebar ke kebun dan lahan warga karena berada di pinggir jalan, selain itu juga khawatir akan mengundang api jika ada oknum membuang sisa api rokok ke tumpahan minyak.

“Kalau ada orang buang puntung rokok pasti akan terbakar, itukan minyak dan kalau dibiarkan terus menerus kita khawatir minyak akan mengaliri Sungai Talang. Apalagi ini musim hujan, dikhawatirkan tumpahan minyak dibawa arus air dan menyebar kemana-mana,” bebernya.

Pihaknya berharap, Pertamina langsung melakukan penanganan ekstra sehingga tumpahan minyak tidak lagi terjadi dan membuat warga tidak cemas.

“Pertamina harus langsung menangani ekstra karena kalau terjadi terus warga yang resah terus melapor ke kita,” harapnya.

Baca Juga :   Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Korban Penembakan di Prabumulih¬†

Terpisah, Assistant Manager Legal & Relation PT Pertamina EP Prabumulih Field, Setyo Puji Hartono membantah adanya kebocoran. Menurutnya, keluarnya minyak ke permukaan disebabkan oleh sisa kerusakan atau pergantian pipa lama yang dipotong dan tidak bisa diambil karena berada dibawah jalan.

“Tim kita dari Elnusa dan HSE sudah turun ke lokasi. Setelah di cek tidak ada pipa yang bocor. Minyak yang keluar ke permukaan itu berasal dari sisa perbaikan pipa. Akibat kondisi hujan panas membuat minyak keluar,” terangnya.

Setyo juga membantah kejadian sudah sebulan, namun ketika ada tumpahan langsung dibersihkan dan ketika ada panas hujan sisa minyak kembali keluar.

“Mungkin nanti panas hujan lagi akan keluar lagi, tidak satu bulan. Kalau satu bulan bayangkan berapa inci pipa kita dan berapa luas jalan, berapa barel itu (minyak keluar-red), ga ada satu bulan,” lanjutnya.

Ditanya kekhawatiran warga minyak mudah terbakar, Setyo mengaku untuk minyak mentah tidak seperti minyak olahan namun tetap penting tidak menyalakan api di dekat minyak apapun itu.

“Tumpahan minyak sudah dibersihkan. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena kita sudah menempatkan petugas 1 x 24 jam untuk menanggulangi adanya kebocoran pipa maupun tumpahan minyak,” tandasnya. (Ichal)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here