Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Didemo Lagi, PT Gojek Tetap Potong Insentif Mitranya

Didemo Lagi, PT Gojek Tetap Potong Insentif Mitranya

Tanggal : Pukul :
794
0
Ratusan driver online yang menggelar aksi penolakan pemotongan insentif sebesar 50 persen di kantor PT Gojek Indonesia Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning Palembang

Palembang, Detik Sumsel — Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ratusan driver online di kota Palembang kembali mendatangi kantor PT Gojek Indonesia di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning Palembang Selasa (8/10).

Kedatangan mereka untuk menagih janji pihak PT Gojek terkait pemotongan insentif sebesar 50 persen. Bahkan ratusan driver online meneriakan akan melakukan penyegelan kantor Gojek Palembang.

“Dari pertemuan awal yang disepakati kemarin. PT Gojek berjanji sebelum tanggal 7 Oktober akan memberikan jawaban perihal tuntutan kami. Tapi sampai hari ini belum ada kejelasan dari PT Gojek. Bahkan hari senin kemarin PT Gojek tetap memotong insentif sebesar 50 persen,”kata Koordinator aksi Dewa Ruci.

Lanjutnya, dengan adanya pemotongan insentif sebesar 50 persen, driver online merasa keberatan dan sepakat seluruh driver online menolaknya. “Tidak ada kata lain hari ini kami menolak pemotongan insentif sebesar 50 persen yang sudah diberlakukan PT Gojek,”tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Gojek Indonesia Palembang David yang menemui mitranya driver online mengatakan terkait hal – hal yang disampaikan oleh para mitra pihak manajemen PT Gojek Indonesia masih mencari jalan terbaik.

“PT Gojek Indonesia juga sedang berusaha membuat program khusus kepada minta khususnya roda empat dengan program pemberian vocher agar para mitra bisa meningkatkan pendapatan nya,”ujarnya.

Yang kedua David juga menyampaikan PT Gojek akan meluncurkan Gocar L yang juga bisa meningkatkan pendapatan mitra PT Gojek Indonesia.

Sementara itu, Head of Regional Corporate Affairs area Sumatera Teuku Parvinanda Handriawan menambahkan kebijakan PT Gojek Indonesia yang memotong insentif sebesar 50 persen tetap berlaku meskipun mendapatkan penolakan dari para mitra.

“Karena dari awal sudah kami sampaikan kebijakan pemotongan insentif sebesar 50 persen berlaku secara nasional bukan hanya Palembang saja,”jelasnya.

Terkait pernyataan mitra yang akan melakukan penyegelan kantor PT Gojek jika tuntutan mereka tidak dipenuhi mitra. Andri mengatakan wewenang penyegelan hanya bisa dilakukan oleh penegak hukum.

“Jika penyegelan masih tetap dilakukan oleh mitra yang akan merasakan dampak buruk bukan hanya dari PT Gojek saja tetapi juga akan dirasakan oleh para mitra juga,”tandasnya.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here