Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Diam-diam, Ternyata Muba Miliki Pusat Rehab Pengguna Napza Percontohan

Diam-diam, Ternyata Muba Miliki Pusat Rehab Pengguna Napza Percontohan

Tanggal : Pukul :
436
0
Pemberatasan barang bukti narkotika dihalaman kantor kejari Muba beberapa waktu lalu.

Sekayu, Detik Sumsel – Penyalahgunaan obat-obat terlarang atau narkoba dimasyarakat saat ini, seperti fenomena gunung es. Diatas terlihat sedikit sedangkan kondisi dibawah sangat besar, dan cukup mengkhawatirkan.

Menurut Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM, pengguna narkoba hampir setiap tahun dipastikan meningkat. Tercatat dari data Kejaksaan Negeri Muba, pelanggaran narkotika di Muba yaitu pada 2016 terdata, 143 perkara dan pada 2017 meningkat menjadi 170 perkara.

“Penggunanya terus meningkat, padahal berdasarkan catatan kami. Sebanyak dari 571 jiwa yang berstatus orang dengan gangguan jiwa. Ternyata didominisasi pengkonsumi Narkoba dan keterantungan Narkoba,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Muba Dodi Reza Alex mengungkapkan, untuk meminimalisir penggunaan narkoba, khususnya dikalangan generasi muda. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama aparat penegak hukum tidak diam saja, dengan terus berupaya menekan angka pengguna dan korban napza, dengan cara memberikan sosialisasi bersama stakeholder terkait dan upaya pencegahan juga penanggulangan korban narkotika.

“Pemkab Muba dalam hal pelayanan pengguna Napza, melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan pusat rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap, yaitu rehabilitasi rawat pengguna napza Puskesmas Tebing Bulang, Kecamatan Sungai Keruh, dan rehabilitasi Rawat Inap RSUD Bayung Lencir. Dimana, SDM dan regulasinya sudah diakui sebagai IPWL (instansi Penerima Wajib Lapor),” beber Dodi.

Dijelaskan Dodi, bahwa IPWL merupakan langkah dari Pemkab Muba, denga tujuan bukan hanya sekedar pemberantasan, tapi juga proses rehabilitasi pecandu yang bersinergi dengan institusi terkait seperti Kepolisian dan Kementerian Kesehatan. Selain itu, IPWL yang ada di Muba, sudah dibuka sejak 2016 dan dalam memberikan pelayanan semua gratis mulai dari tahap pemeriksaan lab sampai pemberian obat.

“Untuk diketahui bahwa IPWL ini dibentuk berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 18/Menkes/SK/VII/2012, dengan tujuan merangkul pengguna atau pecandu narkoba sebagai proses rehabilitasi dengan menggunakan kebijakan public health,” terangnya.

Ditambahkan Dodi, bahwa pelayanan rawat jalan IPWL Puskesmas Tebing Bulang, sudah diakui pelayanan di tingkat nasional, sehingga sering mendapat kunker dari kabupaten atau propinsi lain di Indonesia

“Bisa dikatakan bahwa secara nasional, Implementasi pusat rehab pengguna Napza di Muba diakui menjadi percontohan di nasional. Karena yang konsisten sudah berjalan hanya di Muba, jadi pusat rehabilitasi pengguna Napza di Muba ini dinobatkan Kemenkes sebagai pusat rehab percontohan,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Muba dr H Azmi Dariusmansyah, mengungkapkan bahwa tidak hanya di Puskesmas Tebing Bulang dan RSUD Bayung Lencir saja, tapi Dinkes Muba juga akan membuka pusat rehabilitasi rawat jalan di setiap puskesmas di wilayah Muba, dengan cara memberikan pelatihan kepada SDM, terkhusus pemegang program. Sehingga komitmen Pemerintah untuk fokus dalam menekan angka pengguna dan korban nafza dapat diminimalkan.

“Data dari staf program Penanggulangan Nafza Dinas kesehatan, tercatat hingga September 2018, bahwa pengguna narkoba ada 72 pasien. Sehingga fenomena seperti ini merupakan fenomena gunung Es, oleh karena itu pada 2019 mendatang, kita masukkan sebagai prioritas program Dinkes Muba, guna menekan penggunaan Napza,” pungkasnya.

Bupati Muba juga menambahkan bahwa upaya-upaya tersebut untuk menekan penggunaan dan korban dari pemakaian napza. Pemkab Muba telah mengeluarkan Perda No 2 tahun 2018 tentang larangan pesta malam. Sehingga dinilai sebagai langkah untuk meminimalisir penggunaan napza di Muba.

“Kita harus sepakat narkoba ini musuh kita bersama. Sehingga diharapkan bantuan untuk mensosialisasikan, kepada Camat yang dibantu oleh kapolsek dan Danramil,” pungkasnya. (edy)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here