Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Ketua AMSI Sumsel Sidratul Muntaha menerima SK usai pelantikan di Aula DPRD Sumsel, Sabtu (01/12)

Dewan Pers Minta Media Jangan Menyuburkan Hoaks

Palembang, Detik Sumsel– Fungsi pers sebagai wahana informasi dan kontrol sosial hendaknya menjadi referensi bagi pembaca menghindari berita bohong (hoax). Untuk itu, media hendaknya menjadi sumber penjernih informasi bukan sebaliknya menambah keruh sebuah masalah yang ada dan jangan menyuburkan berita hoax.

Hal tersebut diungkapkan anggota Dewan Pers Imam Wahyudi saat menghadiri pelantikan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sumsel di aula gedung DPRD Sumsel, Sabtu (01/12).

“Pers yang sekarang ada jangan sampai dicederai oleh preman komunikasi. Pers harus menjadi dirinya sendiri dan patuh pada kode etik di lembaga pers itu sendiri,” tegas Imam Wahyudi.

Dijelaskan Imam, saat ini banyak media yang berlari dari fungsi awalnya. Seperti menjadi pencari materi dan suka memberitakan sesuatu sesuai pesanan saja.

“Sebetulnya tidak seperti itu fungsi dari pers. Pers harus tumbuh menjadi penyeimbang dalam pemberitaan dan memberikan muatan yang positif bagi siapapun yang membacanya,” ingatnya.

Baca Juga :   Tunggu Putusan DPP, Jadwal Muswil PAN Sumsel Belum Ditetapkan

“Pers harus menjadi sebuah jembatan yang memberikan sebuah pencerahan. Dimana syarat dalam sebuah pemberitaan adalah konfirmasi. Sehingga memang semua sumber di dalam pemberitaan haruslah benar sepenuhnya jangan hanya asal mencimplak dari media lain saja,” sambungnya.

Imam kemudian mempertanyakan mengapa berita bohong sering timbul dan terus berkembang? sebab ada satu komunitas yang membangun itu semua. Awalnya dari media kecil kemudian di ambil oleh media besar kemudian menjadi viral. Sehingga masyarakat menganggapnya sebagai hal benar.

“Media juga kebanyakan mudah terpancing sehingga mengangkat isu yang sebenarnya kecil atau tidak benar. Menjadi sebuah berita yang heboh dan terlihat benar,” jelas dia.

Sementara itu pengamat politik Bagindo Togar yang turut hadir dalam acara mengatakan, berita bohong bisa tumbuh akibat rasa malas menkonfirmasi sebuah fakta serta kecenderungan akibat kebodohan karena tidak mau mencari kebenaran itu sendiri.

Baca Juga :   Pilkada PALI, Umar Halim Tegaskan PAN Dukung Heri Amalindo-Soemarjono 

“Jadi hoaks akan terus ada selama masyarakat atau seseorang masih bersikap masak bodoh serta tidak mau mengoreksi sebuah kebenaran sebuah informasi tersebut. Peran aktif dari pemerintah juga diharapkan bisa aktif dalam menuntaskan masalah ini semua,” ungkapnya.

Hoaks akan hilang, lanjut Direktur Eksekutif Forum Demokrasi ini, jika masyarakat sudah baik dalam menyerap sebuah informasi. “Pemerintah diharapkan juga terus memberikan ilmu kepada masyarakat. Agar jika masyarakat mendapatkan atau menerima berita hoaks maka mereka bisa mengantisipasi hal tersebut,” tutup Bagindo.

Sementara itu, ketua AMSI Sumsel Sidratul Muntaha usai dilantik menghimbau kepada para rekan seprofesi agar tetap profesional dalam menjalankan tugas. “Tetap ada koridor yang ada, jangan melenceng, sebab semua ada aturannya,  jika tidak itu akan menjadikan buruk bagi profesi kita,” tukasnya. (Ril)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Betta Agri

Betta Agri

Check Also

HMI Siapkan Bambang Irawan untuk Rebut Ketua KNPI Sumsel

Palembang, Detik Sumsel – Berdasarkan informasi yang beredar dan komunikasi dengan Pengurus DPD KNPI Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *