Pemprov
Desak Penyelesaian Pembangunan Jaringan PDAM
Komisi II DPRD Kabupaten Pali meminta kepada pihak pelaksana untuk dapat segera mengerjakan proyek pembangunan jaringan PDAM serta menginginkan dengan adanya tenggang waktu pekerjaan yang diberikan Dinas Perkim selama 50 hari dari target masa pengerjaan.

Desak Penyelesaian Pembangunan Jaringan PDAM

Pali, Detik Sumsel – Sejumlah anggota DPRD kabupaten Penukal abab Lematang Ilir, melalui komisi II, Kamis (13/1) secara mendadak melakukan sidak melihat proses pembangunan jaringan PDAM Tirta Pali Anugerah yang dikerjakan pelaksana yakni PT Putra Masindo Utama dimulai dari Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang hingga Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi.

Setelah melihat kondisi dilapangan, Mulyadi selaku ketua komisi II DPRD Kabupaten Pali meminta kepada pihak pelaksana untuk dapat segera mengerjakan proyek pembangunan jaringan PDAM serta menginginkan dengan adanya tenggang waktu pekerjaan yang diberikan Dinas Perkim selama 50 hari dari target masa pengerjaan, pihak pelaksana harus merampungkannya agar proyek yang menelan dana sebesar Rp 58 Milyar lebih dari APBD PALI tahun 2019 itu bisa cepat dinikmati masyarakat kabupaten Pali.

Baca Juga :   Sering Tergenang, Dishub Lahat Tutup Underpass Ini

“Proyek bakal dilanjutkan tahun 2020, namun kami sangat harapkan pihak pelaksana sebagai pihak pengerjaan tidak molor atau lambat lagi setelah diberikan waktu tambahan yang sudah cukup dinilai panjang. Hal ini dikarenakan sudah memasuki penghujung bulan Januari, adapun pekerjaan jaringan PDAM belum juga selesai,” harap Mulyadi didampingi seluruh anggota Komisi II DPRD PALI, Kamis (23/1).

Sementara itu, Junaidi Kabid Bangunan dan Lingkungan Dinas Perkim kabupaten Pali mengungkapkan bahwa pihaknya optimis semua pengerjaan proyek tersebut bakal tuntasvsebelum masa tenggang waktu berakhir.

“Pengerjaaan pembangunan Intake, IPA (Instalasi Pengolahan Air), booster sudah tahap finishing atau akhir, Jadi pihaknya optimis pada akhir Januari ini selesai semua pengerjaan. Namun, jika pertengahan februari 2020 mendatang belum juga selesai, maka, pekerjaan itu bakal dikenakan penalti,” ujar Junaidi.

Baca Juga :   Konsumsi Miras di Pinggir Jalan, 10 Pemuda di Lahat Dicangking Petugas

Ditambahkan Junaidi, pada bulan Oktober tahun 2020, seluruh jaringan air bersih sudah bisa harus dipakai. “Artinya PDAM Tirta PALI sudah bisa beroperasi penuh tanpa harus membeli air curah dari kabupaten Muara Enim. Sebab proyek ini akan dilanjutkan tahun 2020 ini sampai benar-benar selesai,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Murpi, selaku perwakilan PT Putra Masindo Utama menegaskan bahwa penyebab terlambatnya proses pengerjaan proyek PDAM akibat beberapa dampak seperti cuaca, hingga adanya gangguan yang paling banyak adalah dari manusia yakni sering sejumlah oknum warga memberhentikan pengerjaan dengan berbagai alasan, kendati masalah sudah diatasi dan pihaknya menargetkan pengerjaan semua tahapan proyek selesai akhir bulan ini.(haw)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Husni Awan

Avatar

Check Also

Kembang Desa Asal Muaraenim Melaju ke Top Model Nasional

Muaraenim, Detik Sumsel- Bermodalkan keberanian dan pecaya diri gadis cantik bernama Altika Redo Yani (16) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *