Iklan
Pemprov
Bupati Lahat Marwan Mansyur saat meresmikan listrik masuk desa di Desa Lubuk Tampang Kabupaten Lahat

Desa Lubuk Tampang Kini Tak Lagi Gelap

Lahat, Detik Sumsel — Rasa gembira lantaran sudah tidak hidup dalam kegelapan, terlihat jelas dari 30 kepala keluarga (kk), warga Desa Lubuk Tampang, Kecamatan Kikim Timur, Lahat. Pasalnya, melalui program “Listrik untuk semua”, kini 30 KK tersebut sudah bisa merasakan hidup dibawah terangnya lampu listrik.

Masuknya listrik ke desa yang berada di pedalaman ini, rupanya berkat perjuangan panjang Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat. Kini dipastikan anak-anak ketika malam tiba, dapat belajar dengan mudah. Aktifitas dimalam hari di desa tersebut, dipastikan juga bakal hidup.

Baca Juga :   Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Banyuasin Bertambah 1 orang, Total ada 16 orang

“Kami apresiasi atas gagasan YLKI Lahat. Saat ini sudah 99 persen warga Lahat sudah teraliri listrik. Dirinya berharap perjuangan tersebut berlanjut,” ujar Bupati Lahat, Marwan Mansyur SH MM, didapingi Kadis Kominfo Lahat, Agustiar Effendi, Kamis (27/9).

Sementara, Kades Lubuk Tampang, Idi kurniawan mengatakan, dengan pemasangan listrik ini jelasakan berdampak positif bagi warganya. Khususnya dalam mendapatkan informasi dan kemajuan warga itu sendiri.

“Terima kasih, kita tentu sayangat bersyukur saat ini warga kita sudah bisa menikmati yang namanya listrik,” katanya.

Disisi lain, Ketua YLKI Lahat, Sanderson Syafe’i menuturkan, perjuangan YLKI agar warga bisa menikmati listrik berawal dari keprihatinan pihaknya lantaran banyak warga yang tidak tahu informasi tersebut. Padahal, program listrik untuk kita semua tersebut, sangat murah dan mudah.

Baca Juga :   Siap-siap Pemilik Walet Jadi Wajib Pajak

“Makanya kita turun langsung untuk memberitahu warga. Dan YLKI siap bantu warga untuk mengurusi pemasangan tersebut,” tutur Sanderson.

Sayangnya, hingga berita ini dimuat sekitar pukul 19.19 WIB. Kota Lahat sendiri, khususnya Desa Manggul sudah padam listrik sejak 30 menit. Kondisi ini sendiri sudah sering dirasakan dan dikeluhkan warga Kota Lahat. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Cik Ujang Minta Petani Jangan Jual Lahan Pertanian

Lahat, Detik Sumsel – Berdasarkan kerangka sample area (KSA) BPS Tahun 2020, produksi padi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *