Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Kasat Pol PP Muba, Jonni Martohonan, AP, M.Si

Demi Jabatan, Diduga Sejumlah Oknum Caleg ‘Jual’ Perda Pesta Rakyat Bakal Direvisi

Sekayu, Detik Sumsel – Banyaknya pro dan kontra dalam penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2018 tentang Pesta Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin tampak menjadi alat politik sejumlah calon anggota legislatif, untuk mencari simpatik dari masyarakat. Melalui pernyataan akan melakukan revisi terhadap perda, jika memilih dirinya.

Terbaru, peristiwa itu  terjadi di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, Rabu (3/10). Dimana di daerah tersebut terdapat pesta rakyat yang diiringi musik Orkes melebihi waktu, sehingga membuat tim gabungan berusaha membubarkan pesta tersebut.

Bahkan dalam pesta itu, terdapat oknum Calon Legeslatif (Caleg) berinisial KR yang dengan sengaja dan sadar membackup pelaksanaan pesta rakyat dan sempat melakukan kampanye dibatas panggung ditengah-tengah warga yang hadir.

“Pesta Rakyat itu (di Kelurahan Mangun Jaya) sudah kita ketahui sejak siang kemarin. Kita langsung turunkan tim dan koordinasi dengan Polsek, Camat, Lurah, dan Koramil setempat,” ujar Kasat Pol PP Muba, Joni Martohonan, AP, MM, Kamis (4/10).

Baca Juga :   Nongkrong Bawa Senpira, Dua Pemuda Ini Diciduk Polisi

Sebelum pesta rakyat dimulai, kata Joni, pihaknya telah mendatangi pemilik acara dan memberikan pengarahan terkait adanya Perda Pesta Rakyat. Dimana pihaknya menjelaskan bahwa Perda Pesta Rakyat tidak melarang untuk menggelar pesta, hanya membatasi waktu pelaksanaan hingga pukul 17.00 WIB.

“Saat itu kita duga ada oknum yang membackup sehingga tuan rumah berani melaksanakan pesta malam apapun resikonya. Lalu, kita jumpai pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB keadaan sudah ramai, orkes sudah bertabuh sehingga kita tidak bisa membubarkan pesta itu,” jelas Joni.

Lantaran kalah jumlah anggota dan menghindari terjadinya bentrok dengan warga, sambung Joni, pihaknya menarik anggota ke Polsek Babat Toman. Selanjutnya, sekitar pukul 22.00 WIB tim gabungan kembali mendatangi lokasi pesta.

“Lurah sudah mengimbau langsung di atas panggung tapi tidak digubris. Hal yang kita sesalkan ada salah satu Caleg yakni KR menjamin pesta malam harus tetap berjalan dengan berkata dirinya bertanggung jawab Perda Pesta Rakyat akan direvisi dengan catatan memilih dirinya,” beber dia.

Baca Juga :   Jalan Lubuk Keliat-Muara Kuang di OI Putus

Setelah dilakukan negosiasi yang cukup lama dengan pemilik acara, akhirnya kegiatan tersebut bubar dengan sendiri sekitar pukul 24.00 WIB. “Konsekuensi, kita sudah layangkan surat panggilan kepada tuan rumah karena telah melakukan pelangaran terhadap Perda, maksimal tiga kali. Jika tetap tidak datang kita meminta bantuan pihak kepolisian untuk memanggil tuan acara,” tandas dia.

Sekedar informasi, hal serupa yakni Pesta Rakyat yang ditunggangi Caleg juga terjadi pada September lalu di Desa Teladan Kecamatan Sekayu. Saat itu tim gabungan datang kelokasi untuk melakukan pembubaran, setelah dilakukan negosiasi acara pesta rakyat akhirnya dengan sendiri bubar. (edy

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Edy Parmansyah

Avatar

Check Also

Selamat, 352 Peserta Lulus CPNS Lahat

Lahat, Detik Sumsel — Seleksi penerimaan CPNS Kabupaten Lahat Tahun 2019 yang dilaksanakan Tahun 2020, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda