Iklan
Pemprov
Dr Delpiana bersama sang buah hati.

Delpiana, Kisah Tangguh Ibu Hadapi Anak Pengidap Rubella

Palembang, Detik Sumsel – Dr Delpiana Siallagan, seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang (RSMH). Sekilas saat bertatap muka langsung dengan dokter muda nan cantik ini, tak terlihat ada hal istimewa.

Nyatanya, di lubuk hatinya yang paling dalam, ia menyimpan beban pikiran saat mengetahui sang buah hati yang lucu dan mungil harus mengidap penyakit Congenital Rubella Syndrome (CRS). Tepat pada tanggal 10 Mei 2017, anak laki-lakinya lahir dan diberi nama Jacob Constantin Novalis Butarbutar.

Dirinya sangat tidak menyadari, virus Rubella yang tak kasat mata itu telah menginfeksi Jacob sejak masih di dalam kandungan. Padahal dirinya merasa tidak ada gejala klinis yang khas. Ia hanya merasakan mual, muntah, badan mudah lelah, serta terkadang pusing. Karena dari kandungan sudah mengidap CRS, Jacob mengalami kebutaan, ketulian, dan jantung bocor (PDA, ASD) serta gangguan tumbuh kembang lainnya seperti kelemahan pada otot menelan.

Diakui dokter yang akrab disapa Delpiana ini, dirinya tidak subur karena siklus haid yang tidak teratur sehingga tidak menyadari telah mengandung seorang buah hati keduanya.

“Aktivitas saya biasa saja di awal kehamilan, namun memang setelah saya introspeksi diri di awal kehamilan saya banyak bertemu pasien gondongan (mumps), ada juga yang sakit campak yang datang berobat ke praktik saya,” ucapnya.

Baca Juga :   Advokasi 250 Mitra Kerja, BKKBN Target Sukseskan Program KKBPK di Sumsel

Kondisi setelah melahirkan usia tiga bulan, ia melakukan konsul THT : OAE Refer. Ia disarankan melakukan test Bera, Test BERA : Tuli Derajat Sedang Telinga Kiri dan Kanan. Anaknya pun disarankan memakai alat bantu dengar, lalu ia konsul ke M dokter spesialis mata (Atropi Papil, Hipoplasi n.optik). Kemungkinan kalaupun bisa melihat, minusnya sangat tinggi.

Saran minum obat untuk membantu memperbaiki saraf mata Atropi Papil, Hipoplasia Nervus Optik, melihat jarak dekat saja, Gangguan Tumbuh Kembang Mikrosepali. Bahkan, penyakit Leukemia yang saat ini sangat membuatnya paling takut, bisa saja diidap anaknya.

“Saat itu membayangkan masa depan saya dan anak akan suram. Saya mengalami Baby Blues Syndrom. Saya depresi, malah saya ada perasaan ingin bunuh diri agar semua permasalahan hidup saya selesai. Namun karena dukungan dari orang orang di sekitar saya maka saya bangkit lagi. Saat ini saya sangat mencintai Jacob, ia anak yang luar biasa tangguh,” ucapnya sambil meneteskan air mata karena tak kuasa menahan kesedihan yang mendalam.

Baca Juga :   Sembuh dari  Corona, Bupati Muba : Kesembuhan Ini Keberhasilan RSUD Sekayu

Tepat pada Bulan Juni lalu, Jacob terdiagnosa Leukemia (Tipe AML grade 5 : termasuk leukemia paling ganas sehingga harus kemoterapi, trasfusi. Saat ini, Jacob sudah memasuki Kemoterapi Protokol Utama Seri ke-3. Setiap selesai kemoterapi, Jacob selalu drop hingga harus rawat inap.

Banyak sekali biaya yang harus ditanggung jika memiliki seorang anak sudah menderita CRS.

“Sebagai contoh, alat bantu dengar, biaya Rp 15 juta, BPJS hanya menanggung Rp 1 juta. Selebihnya, ya biaya sendiri. Biaya tidak langsung selama rawat inap (setiap bulan, dua kali rawat inap), pembelian susu Rp 340 ribu per kaleng per empat hari, pembelian barang habis pakai seperti popok. Biaya makan yang jaga dan banyak lagi,” ucapnya.

Oleh karena hal itulah, Delpiana mengingatkan, Vaksin MR ini merupakan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain, memanfaatkan kesempatan melalui vaksin MR di bulan Agustus dan September 2018 di luar Pulau Jawa.

“Tenaga kesehatan beresiko tinggi terinfeksi, saya sarankan periksa TORCH ketika merencanakan kehamilan,” tutupnya. (Bra)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sambut HUT Dokkes Polri, Polda Sumsel Targetkan 1.200 Dosis Vaksinasi Tersalurkan

Palembang, Detik Sumsel — Menyambut HUT Bhayangkara dan HUT Dokkes Polri ke 75 tahun yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *