Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Kriminal Data Absah, WNA Malaysia Terancam 5 Tahun Bui

Data Absah, WNA Malaysia Terancam 5 Tahun Bui

Tanggal : Pukul :
468
0
Muslim Warga negara Malaysia saat menjalani sidang di PN Klas 1A khusus Palembang
Muslim Warga negara Malaysia saat menjalani sidang di PN Klas 1A khusus Palembang

Palembang, Detik Sumsel,-Setahun tinggal secara ilegal di Indonesia dan menyalahgunakan data yang tidak sah untuk kepentingannya, WNA Malaysia bernama Ling Lee tiong alias Muslim terancam pidana penjara 5 tahun bui dan denda 500 juta rupiah.

Itu lantaran terdakwa oleh JPU Ursula Dewi SH MH di jerat dengan pasal 126 huruf C no 6 tahun 2011 tentang keimigrasian berbunyi memberikan data yang tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh dokumen Perjalanan Republik Indonesia bagi dirinya sendiri atau orang lain dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Dalam persidangan yang berlangsung di PN Klas 1A khusus Palembang, Rabu (14/11) diketuai majelis hakim Yohanes Panji SH MH, dihadirkan tiga orang saksi yakni perwakilan dari imigrasi Satrio sandi, Kerabat terdakwa Walidayah dan lurah Sri Geni OKI Santriadi. Pada keterangannya, ketiga saksi menjelaskan tentang terdakwa yang bisa tinggal di Sumsel hingga perijinan dan pengawasan oleh pihak imigrasi dan kelurahan.

Dalam sidang, majelis hakim sempat menanyakan mudahnya Lurah Sri Geni, Santriadi mengeluarkan KK sementara untuk pembuatan KTP dan dokumen kenegaraan yang sah, padahal terdakwa sendiri bukan warga Sri Gambar.”Kenapa mudah sekali anda mengeluarkan dokumen negara, hal ini jelas menyalahi, Anda sebagai lurah tidak boleh sewenang wenang, akibatnya fatal,” Jelas Joko SH MH salah satu Anggota majelis hakim.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda keterangan saksi lainya.”Selanjutnya kita akan mendengarkan saksi di persidangan mendatang “Terang Kuasa hukum terdakwa Roamita SH MH.

Diketahui, Bermula terdakwa yang merupakan Warga Negara Malaysia dengan memegang paspor Warga Negara Malaysia Nomor K37224425 danjuga memegang KAD Pengenalan Malaysia Nomor 560328-13-5079 Lesen Memandu Malaysia atas nama lin fee tiong, masukke Indonesia melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan menggunakan Pesawat Air Asia pada tanggal 06 Februari 2016 dan menggunakan bebas visa wisataselama 30 (tiga) puluh hari dengan tujuan untuk menemani istrinya berobatke RSMH Palembang.

Bahwa istri terdakwa bernama Nursawati (Alm) dan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Desa Srigeni Baru Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan.

Bahwa bermula guna mengurus biaya penggobatan Nursawati (Alm) yang sudahtidaksadarkandiri di RSMH Palembang, ayah Nursawati (Alm) yang bernama Napsun yang juga merupakan mertua terdakwa, mendatangi saksi Santriadi yang merupakan Kepala Desa Srigeni Baru Kecamatan Kayuagung Kab.OKI.

Dihadapan saksi Santriadi, Napsun meminta di buatkan Kartu Keluarga (KK) Sementara untuk Nursawati dan Suaminya yang dikatakan bernama Muslim untuk keperluan berobat dan membuat JAMSOSKES, selanjutnya saksi Santriadi membuatkan Kartu Keluarga (KK) Sementara untuk Nursawati (Alm) dan Muslim

Selanjutnya terdakwa yang mengetahui dengan pasti bahwa dirinya adalah Warga Negara Malaysia sengaja membuat KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK) dan Kutipan Akta Kelahiran, dengan cara langsung mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ilir tan pamelewati prosedur yang sebagaimanamestinyadantanpasepengetahuansaksi Santriadi dan bapak mertuanya.

Bahwa setelah istri terdakwa yang bernama Nursawati (Alm) meninggal dunia, terdakwa berkeinginan untuk kembalike Malaysia.Karena Pasport terdakwa disimpan oleh Mertuanya di Desa Srigeni Baru dan terdakwa sudah melewati batas bebas visa selama 30 hari (overstay), terdakwa berkeinginan untuk keluar dari Indonesia menuju Malaysia dengan menggunakan Pasport Indonesia.

Bahwa selanjutnya terdakwa mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I Palembang dan bertanya kepada petugas imigrasi bagaimana cara mengajukan permohonan passport Indonesia. Kemudian Terdakwa melakukan pendaftaran antrian passport on-line dengan memasukan data pemohon antrian online berupa nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdapat di Kartu Keluarga dan KTP Elektronik, dan alamat email terdakwa.

Selanjutnyaberdasarkan data pemohonan antrian tersebut, terdakwa mendapatkan jadwal antrian paspor pada tanggal 27Juni 2018 dan data yang telah terdakwa input sudah tercatat di server Kantor ImigrasiKelas I Palembang sebagai permohonan penggajuan dokumen perjalanan Repubik Indonesia.(Vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here