Detik
Wakil Bupati Lahat,  Haryanto usai membuka rakor tenaga pendamping di Lahat. Foto Heru/DS

Dana Desa di Lahat Belum Tersalur Tepat Sasaran

Lahat, Detik Sumsel — Wakil Bupati Lahat,  Haryanto menilai, dana desa yang digelontorkan pemerintah selama ini, belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Buktinya dana bantuan yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat itu, lebih banyak digunakan untuk pembangunan jangka pendek, daripada pembangunan jangka panjang masyarakat.

“Dari yang ada, desa-desa sudah penuh dengan jalan setapak, nanti saat jalannya rusak kembali bangun jalan setapak. Desa seharusnya bisa berinovasi, agar tidak selalu tergantung dengan dana desa ini,” ujarnya ketika membuka Rakor tenaga pendamping di Gedung Pertemuan Lahat, Selasa (14/5).

Baca Juga :   Belum Siap Jadi Petinggi AC Milan

Lanjut Haryanto, sejak tahun 2015 dirinya di Lahat hingga tahun 2018, angka kemiskinan di Lahat berada di urutan ke 2 se Sumsel. Tapi baru dua bulan menjabat sebagai Wakil Bupati Lahat, angka kemiskinan menurun di urutan ke 3. Intinya, jika dana desa itu disalurkan tepat sasaran untuk masyarakat, angka kemiskinan di Lahat pasti semakin berkurang.

“Katanya sudah ada BUMDes, untuk menambah penghasilan warga. Coba kaji lagi, berapa keuntungan BUMDes itu perbulan, berapa yang didapat masyarakat. Jangan sampai BUMDes ini, sekedar dibentuk saja. Seperti untuk beli orgen tunggal, yang ada nanti hanya buat ribut saja,” tegas Haryanto.

Baca Juga :   IKA Muba Jabodetabek Bangga Kemajuan di Muba

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Fauzah Khoiri menerangkan, bantuan dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan 360 desa di Kabupaten Lahat, mencapai sekitar Rp 301 Milyar. Anggaran dari Provinsi per desa mencapai Rp 25 Milyar.

“Total keseluruan dan alokasi dana desa dari pemerintah kabupaten, perdesa bisa mencapai Rp 131 Milyar,” sampainya. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Pasal Upah, Pasutri Asal Empat Lawang Dibantai

Lahat, Detik Sumsel — Nasib naas dialami Zakani (55) dan Nur Aini (50) warga Pasar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *