Iklan
Pemprov

Dampak Covid -19, Sriwijaya Air Rumahkan Karyawan di Beberapa Distrik

Palembang, Detik Sumsel – Dampak Covid-19 benar -benar memberikan pengaruh yang besar terhadap maskapai penerbangan, bahkan beberapa maskapai penerbangan terpaksa menutup beberapa rute distrik baru bahkan ada beberapa maskapai harus merumahkan beberapa karyawannya.

Maskapai penerbangan benar-benar terpukul hampir keseluruhan, seperti halnya Sriwijaya Air , maskapai swasta ini terpaksa menutup sejumlah distrik baru yang tidak potensial karena tidak terlepas dari kondisi perusahaan yang likuiditasnya semakin menurun akibat dampak pandemi COVID-19.

“Iya benar program merumahkan dan menawarkan regisn itu sudah dilakukan di beberapa distrik baru kita,” ujar Kepala Cabang Sriwijaya Air Palembang, Yudo ketika dihubungi via telepon, Senin (24/05).

Dia menambahkan, beberapa distrik yang tutup yakni di Jambi, Medan dan Pangkal Pinang. Dia bersyukur distrik Palembang tidak terdampak dan masih dalam kondisi baik dan tetap beroperasi seperti biasa.

Baca Juga :   Lagi, 14 Anggota Polri di Sumsel Dipecat

Yudo bersyukur load factor distrik Palembang bagus sebelum dan sesudah lebaran. Sebelum lebaran kemarin Yudo mengatakan load factor di atas 90 persen hingga 100 persen karena pembatasan larangan mudik lebaran lalu.

“Pasca lebaran saat ini load factor tetap bagus masih di atas 90 persen,”katanya.

Saat ini katanya, Sriwijaya air saat ini masih melayani satu rute penerbangan saja Palembang- Pangkal Pinang dan Tanjung Pandan via Pangkal Pinang. Rute lainnya masih menunggu kesiapan pesawat.

Berdasarkan memo internal perusahaan tertanggal 21 Mei 2021 dan ditandatangani Direktur Sumber Daya Manusia, Anthony Raimond Tampubonon, upaya merumahkan karyawan sebagai upaya Sriwijaya Air Group untuk menyelamatkan perusahaan.

Karyawan yang sedang dirumahkan baik pegawai tetap maupun PKWT bermaksud mengundurkan diri, maka perusahaan memberikan kebijakan uang pisah. Besaran uang pisah bergantung masa kerja karyawan.

Baca Juga :   Cegah Penyebaran Covid 19, Pemkab OKI Bentuk Satgas

Bagi karyawan yang bekerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari 3 tahun diberikan uang pisah 1 bulan gaji. Sedangkan karyawan yang bekerja lebih dari 3 tahun dan di bawah 6 tahun diberikan uang pisah 2 bulan gaji. Selanjutnya untuk karyawan yang bekerja di atas 6 tahun akan diberikan uang pisah 3 bulan gaji.

Perseroan juga membebaskan biaya penalty kontrak kerja tetapi tidak termasuk pinjaman dana perusahaan bagi karyawan yang disetujui permohonan pengunduran dirinya. Selanjutnya, Perseroan mengubah kebijakan pengupahan kepada karyawan yang sedang dirumahkan dari imbal jasa 25 persen menjadi 10 persen dari gaji pokok.

Direksi dan jajaran manajer diminta segera menginformasikan kebijakan itu kepada para karyawan baik secara langsung maupun secara online. Kebijakan yang diambil manajemen Sriwijaya Air tersebut berlaku sejak surat ini dikeluarkan sampai ada pemberitahuan berikutnya.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tahun Ini Hanya PPPK Guru Tes di Lahat

Lahat, Detik Sumsel- Pelaksanaan tes CPNS dan PPPK Pemkab Lahat segera dilaksanakan. Sejumlah kesiapan tengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *