Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyu Ningsih
Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyu Ningsih (maya/detiksumsel.com)

Dampak Covid-19 Ekonomi Sumsel Minus 1,37 Persen

Palembang, Detiksumsel – Pandemi Covid-19 mengakibatkan ekonomi Sumsel kontraksi (minus). Penurunan tersebut cukup dalam dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu. Pada triwulan II saat pandemi ini, ekonomi Sumsel terrkontraksi mencapai 1,37%.

Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyu Ningsih mengatakan, kontraksi ekonomi Sumsel lebih rendah dibandingkan ekonomi nasional. Pada triwulan II ini, ekonomi Sumsel mengalami kontraksi dibandingkan triwulan I sebesar 2,3 persen. Sedangkan nasional sebesar 5,81 persen.

Lapangan usaha yang terkontraksi seperti halnya perdagangan besar dan eceran sebesar 12,52%, transportasi dan perdagangan sebesar 14,43%, dan penyediaan jasa akomodasi, makanan dan minuman sebesar 22,19%.

“Di Sumsel ini, pandemi memang paling terasa di triwulan II, karena awalnya pandemi diumumkan pada akhir Maret lalu. Karena itu, ada yang masih tumbuh sebagai kebutuhan saat pandemi dan yang sangat terpengaruh akibat pandemi,” terang dia.

Baca Juga :   Sambut New Normal, Waktu Tepat Investasi di Pasar Modal

Sedangkan sektor yang terkontraksi di antaranya pertanian, kehutanan dan perikanan di mana gabah kering giling turun 4,69%, di mana luasan panen beberapa komoditas mengalami penurunan 15%, produksi kayu bulat menurun 34,43%, dan penerimaan pajak sarang burung walet turun 51%.

Untuk sektor pertambangan dan penggalian, realisasi lifting minyak bumi dan gas terkontraksi 6,13% dari 14,05%, pemintaan hasil pengolahan migas untuk pangsa ekspor juga mengalami penurnanan. “Saat pandemi, harga komoditas minyak bumi, gas alam, batu bara dan penggalian mengalami penurunan. Sektor petanian dan sejenisnya, termasuk pertambangan menjadi dua sektor yang berperan penting,” ujarnya.

Baca Juga :   Cicil Mobil Hingga 5 tahun? Bisa, Oto BSM Solusinya

Sedangkan Kepala Bank Indonesia , Hari Widodo mengatakan, ditriwulan 1 dan II pertumbuhan mengalami penurunan dan ini sesuai dengan prediksi pertumbuban ekonomi Sumsel.

Meski diakuinya, ekonomi Sumsel masih tumbuh positif dengan catatan jika konsumsi pemerintah masih tumbuh akibat stimulus kebijakan fiskal yang menopang konsumsi rumah tangga.

“Pada . Triwulan III, prediksi BI akan mengalami peningkatan sejalan dengan kehidupan normal baru, new normal dengan pentingnya menjaga konsumsi rumah tangga dan kebijakan dari pemerintah untuk menstimulas ekonomi, ” tukasnya.(ril/May)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Maya

Avatar

Check Also

Gowes Bareng Komunitas, Dewa : Segera Ada Jalur Khusus Pesepeda

Palembang, Detik Sumsel – Rencana pembangunan jalur sepeda di Palembang, terus dimatangkan Pemerintah Kota Palembang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *