Detik
Oleh : A.I. Sugiarta, M. Kom

Coronavirus : Pola dan Dinamika Covid 19 di Indonesia dan Sumatera Selatan

Sejak Pemerintah mengumumkan kasus pertama covid 19 di Indonesia, Maret 2020 hingga saat ini akumulasi kasus terkonfirmasi positif terus meningkat. Risiko penularan pun tinggi di Masyarakat. Hal ini di sebabkan orang yang terinfeksi. Semakin banyak orang yang terinfeksi maka persebarannya meluas sehingga tidak heran kasus terkonfirmasi positif juga bertambah.


Umumnya kelompok yang berisiko terpapar covid-19 adalah tenaga kesehatan. Karena para tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penangulangan dan pencegahan covid-19. Namun tidak hanya tenaga kesehatan, saat Pemerintah mengumumkan “era new normal” bulan Mei 2020 dan di bulan Juni 2020 berubah diksi menjadi “adaptasi kebiasaan baru”. Pada adaptasi kebiasaan baru inilah setiap aktifitas sosial masyarakat yang melibatkan orang banyak dilakukan sesuai dengan aturan protokol Kesehatan yaitu 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak fisik minimal 1.5 Meter).

Coronavirus Disasea 2019 (Covid-19) sejatinya tidak hanya melanda negara kita, Indonesia. Tetapi sudah menyebar secara global, bahkan telah di tetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemi global. Berbagai upaya saat ini sedang dilakukan berbagai negara, tanpa terkecuali Indonesia, melibatkan para akademisi, peneliti dan kalangan professional untuk menemukan vaksinasi yang efektif guna menghentikan ganasnya covid-19. Pemerintah di berbagai negara juga umumnya membentuk gugus tugas (task force unit) untuk menangulangi penyebaran covid-19 di masyarakat, termasuk juga Pemerintah Indonesia.

Bagaimana Kondisi Covid-19 di Indonesia?

Apa bila kita melihat tred kasus terkonfirmasi positif sangat menguatirkan. Belum lagi jumlah yang meninggal secara akumulasi di Indonesia terus bertambah. Pemerintah Pusat maupun Daerah, melalui tim gugus tugas Nasional percepatan penanganan Covid-19 sudah melakukan pengumpulan data dan menyediakan data pertumbuhan kasus Covid-19 untuk kepentingan public. Data dan Informasi Covid biasanya sudah di lengkapi dashboard serta grafik visualisasi seperti yang ada pada website gugus tugas Nasional Covid-19 di Uniform Resource Locato (URL) https://covid19.go.id bahkan daerah juga biasanya telah menyediakan URL masing-masing. Website milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat di akses di https://corona.sumselprov.go.id.

Baca Juga :   Di Jakarta Ada Tim Jaguar, di Palembang Ada Tim Resmob Yang Siap Sikat Street Crime

Penulis mencoba eksplorasi dataset Covid-19 dari bulan Maret 2020 sampai dengan 8 September 2020 menggunakan tools pengolahan data Bahasa Pemograman Rstudio untuk melihat sejauh mana perkembangan covid-19 dari pekan ke pekan. Penulis melakukan crawling data dengan mengakses Application Programming Interface (API) dari halaman resmi gugus tugas Nasional penangan covid-19. Kemudian data di cleansing (dibersihkan) agar akhirnya dapat memberikan insight (wawasan) kepada para pembaca. Sumber data pengolahan dapat di akses di  https://covid19.go.id/public/api/update.json. Mari kita lihat data covid-19 di Indonesia mulai dari akumulasi konfirmasi positif, sembuh dan meninggal.

Dari visualisasi data akumulasi kasus positif. Sampai dengan 8 September 2020 terdapat 10 Provinsi yang memiliki tingkat konfirmasi positif tertinggi di Indonesia. DKI Jakarta menempati urutan pertama, kemudian kedua Jawa Timur, selanjutnya di posisi ketiga Jawa Tengah. Menempati posisi keempat Jawa Barat, lalu kelima Sulawesi Selatan, kemudian Kalimantan di urutan keenam, Sumatera Utara di posisi ketujuh dan Bali di nomor delapan, Kalimantan di menduduki peringkat kesembilan dan terakhir Provinsi Sumatera Selatan di urutan kesepuluh.

Begitupun sebaliknya jika melihat visualisasi dan rangking kasus sembuh Provinsi yang menduduki 10 rangking kasus positif memiliki tingkat kesembuhan yang sama secara urutan peringkat. Antara kasus positif dan sembuh ternyata kasus meninggal lebih banyak di Provinsi Jawa Timur menempati urutan teratas, kemudian kedua Provinsi DKI Jakarta, lalu Jawa Tengah, berikutnya Sulawesi Selatan. Provinsi Kalimantan di urutan kelima, selanjutnya Sumatera Utara di posisi keenam. Dari data kasus meninggal akibat Covid, Jawa Barat menempati urutan ketujuh, dan Sumatera Selatan di posisi ke delapan. Kalimantan menempati posisi ke Sembilan dan terakhir Nusa Tengara Barat pada posisi ke sepuluh.

Nusa Tenggara Barat meskipun tidak masuk dalam sepuluh besar kasus positif tetapi jika melihat data kasus kematian Provinsi ini cukup mengkuatirkan. Justru sebaliknya jika kita melihat Provinsi Bali kasus positif masuk dalam delapan besar tetapi kasus meninggal tidak masuk dalam 10 besar Provinsi dengan tingkat kematian akibat covid-19 tertinggi.

Baca Juga :   Tahun Depan Lahat Akan Rekrut CPNS

Perkembangan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masuk dalam 10 besar untuk kasus positif covid-19. Tidak hanya kasus positif, bahkan untuk kasus meninggal akibat covid Sumsel masuk dalam delapan besar dengan nilai presentase di angka 5.97% di atas angka standar global 3.71 %. Meskipun presentase meninggal di atas rata-rata tetapi presentase kesembuhan mencapai 71.8% melampaui rata-rata secara nasional sebesar 61 %.

Jumlah kasus positif setiap harinya di Sumsel fluktuatif. Dari visualisasi data harian kasus positif di Sumsel pola nya cenderung sama antara bulan Juni dan Juli. Di bulan Agustus relatif stabil dan masuk di awal bulan September terjadi kecendrungan peningkatan sampai per tanggal 8 September kasus harian mulai menurun. Kabar baik untuk Sumsel diminggu ke-2 September ini, penambahan kasus baru lebih sedikit dibandingkan satu pekan sebelumnya.

Kurva trend covid di Sumsel naik mulai dari pertengahan bulan Mei sampai dengan minggu ke-3 di bulan Juli. Pada minggu ke-4 bulan Juli sampai dengan September kembali melandai.

Dinamika kasus covid-19 di Sumsel untuk kasus aktif mulai alami penurunan di bulan September. Kasus sembuh terus meningkat melampaui kurva aktif. Yang harus di waspadai adalah kurva meninggal dari bulan Juni sampai dengan 8 September terus alami kenaikan. Jika inginkan kasus aktif terus melandai maka setiap individu secara sadar menerapkan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak). Selain itu Pemerintah harus segera secara masif tracking orang yang ada kontak langsung dengan kasus positif dan lakukan testing. Dan pada akhirnya Indonesia sehat serta ekonomi bangkit kembali. Salam 3M.


Penulis :  A.I. Sugiarta, M. Kom | Praktisi IT & Data Science Enthusiast

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Raam

Raam

Check Also

Susuri Sungai Musi, Lanal Palembang Bagikan Sembako dan Masker

Palembang, Detik Sumsel — Dengan menggunakan kapal cepat, personel TNI AL Lanal Palembang menyusuri perairan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *