KPU Sumatera Selatan

Chairul Sarankan Masyarakat Gugat Pergub dan Perda Angkutan Batubara

0
289
Chairul S. Matdiah

Palembang, Detik Sumsel– Lawyer non aktif Chairul S Matdiah menyarankan masyarakat untuk mengajukan uji materil ke Mahkamah Agung (MA) terhadap peraturan daerah no 5 tahun 2011 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara dan Pergub nomor 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batu bara melalui jalan umum.

Hal tersebut diusulkan Chairul berdasarkan executive summary kajian hukum, telah terjadi pertentangan dengan aturan lebih tinggi, Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan, Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas, dan Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

“Saya menyarankan kepada masyarakat yang merasa dirugikan atas aturan tersebut untuk mengajukan gugatan,” kata Chairul kepada awak media di DPRD Sumsel, Kamis (29/11).

Dikatakan Chiarul, dengan adanya aturan tersebut banyak masyarakat yang mengadu kepada dirinya, karena dengan aturan tersebut banyak para sopir tidak memiliki pekerjaan, begitu juga buruh tambang.

“Bukan hanya buruh namun melumpuhkan perekonomian pengusaha yang selama ini bergantung dengan batubara,” katanya.

Mantan wartawan ini mengajurkan, masyarakat untuk menggunakan exekutif summary karena exekutif summary dapat dijadikan bahan dalam melakukan pembelaan diri ketika mengajukan gugatan ke Pengadilan.

“Saya bilang menyalahgunakan kewenangan pembuat perda dan pergub karena yang berwenang atas perarturan tersebut ada di pemerintah pusat,” ungkapnnya.

Ia kemudian menyebutkan dampak dari pelaksanaan Perda dan Pergub tersebut berubahnya fungsi jalan khusus menjadi seakan jalan umum. Kemudian menyebabkan terkendalanya pemenuhan penyediaan batu bara nasional serta ekspor dan pelanggaran terhadap UU.

“Ini merugikankan keuangan negara pasal 2 ayat 1 UU Tipikor. Karena kerugian negara pertahunnya diperkirakan truk 655 unit perhari dengan kapasitas 10 ton dan royalti 5 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, disisi lain masyarakat sangat mendukung Pergub tersebut karena selama ini angkutan batubara yang melintasi dari Lahat, menuju Muara Enim, Prabumulih hingga Palembang menyebabkan kemacetan. Bahkan banyak sekali keluhan kecelakaan lalu lintas akibatnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here