Detik
Joni Irawan salah tukang ojek online yang terus berjuang ditengah pandemi Covid 19

Cerita Piluh Ojek Online Ditengah Pandemi Covid 19

Kisah Piluh Ojek Online Ditengah Pandemi Covid 19 — Pandemi Covid 19 yang mewabah diseluruh belahan bumi, membuat tatanan kehidupan berubah dari segala aspek. Yang paling terasa adalah aspek ekonomi. Dari aspek ekonomi inilah yang sangat memberikan dampak bagi kehidupan manusia. Tukang ojek online salah satu yang terdampak akibat pandemi Covid 19 yang mulai mewabah awal tahun 2020.

Tidak ada pilihan lain selain bertahan bagi tukang ojek online. Karena bagi mereka yang penting asap dapur tetap ngepul, meski pulang ke rumah hanya cukup untuk membeli sekilo gram beras dan bisa di masak. Seperti yang dirasakan Joni Irawan salah satu mitra ojek online di kota Palembang ini.

Sebelum bergabung dengan salah satu mitra ojek online, pria berusia 36 tahun ini bekerja sebagai buruh serabutan mulai dari kulih bangunan, hingga ikut kerja di bengkel las. Ditemui dikediamannya di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II ayah dua anak ini bersedia menceritakan perjuangannya mencari nafkah ditengah pandemi Covid 19.

Hari itu, jarum jam menunjukkan pukul 08.00 pagi Joni baru saja selesai mandi pagi dan hendak sarapan menyantap lontong sayur yang baru dibelikan istrinya serta segelas teh manis hangat yang tersaji diatas meja.

Baca Juga :   Macam-Macam Efek Samping saat Uji Klinis Vaksin Covid-19

Usai menyantap sarapan lontong, Joni pun bergegas mengeluarkan sepeda motornya untuk dipanaskan mesin beberapa menit sebelum dijalankan. Setelah itu, Joni mengaktifkan aplikasi ojek online salah satu operator yang diikutinya.

Sebelum keluar dari rumah Joni tidak lupa memakai masker, dan sebotol hansanitazer mengenakan sarung tangan tentunya jaket khas tukang online miliknya.

“Biasanya sebelum ada virus Corona, tidak lama saya aktifkan aplikasi pasti ada saja orderan, tidak jauh dari rumah saya, paling jauh di 30 Ilir. Sejak corona ini, saya harus muter – muter dulu baru dapat orderan, itu sampai ke arah pasar 16 Ilir saya muter baru dapat orderan,”katanya.

Diakui Joni, meski saat ini berangsur – angsur pulih setelah era new normal, namun pendapatnya masih jauh dari sebelum adanya wabah virus Corona. Tapi ia tetap berjuang untuk mendapatkan orderan yang lebih banyak agar pendapatannya bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya serta membayar angsuran sepeda motor yang digunakan untuk ngojek online.

“Yang paling saya rasakan pada bulan Maret saat virus corona sedang meninggi, saya kehilangan insentif karena tak mencapai target. Karena orderan sepi karena pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap berada di rumah. Rasanya mau nangis karena sepinya orderan waktu itu,”

“Kalau tidak ada corona waktu kita mungkin sekitar 20 orderan, tapi semenjak perkuliahan, kantor, dan sekolah libur atau semenjak stay at home ini, paling mungkin sekitar 10 sampai 13,”kenangnya.

Baca Juga :   Menhub Datang ke Palembang, Stasiun LRT di OPI Mall Roboh

Pernah terbelisit dipikirannya, untuk alih profesi namun, karena tidak ada keahlian lain ditambah modal pendidikannya sampai di sekolah menengah pertama maka ia tetap bertahan menjadi tukang ojek online.

Beruntung kata Joni, sejak mewabah virus corona hingga hari ini masih ada para dermawan yang berbagi baik makan gratis, hingga sembako gratis dibagikan kepada masyarakat yang terdampak Corona. Bahkan ia sering mendapatkan makanan gratis dan sembako gratis baik yang dibagikan oleh pemerintah, swasta maupun orang pribadi.

“Alhamdulillah ya disaat pandemi Covid 19, masih ada orang dermawan di kota Palembang yang mau berbagi kepada sesama yang membutuhkan bantuan. Sehingga masyarakat kurang mampu yang terdampak Corona bisa sedikit beban berkurang dengan bantuan yang mereka berikan,”tuturnya.

Di dalam doanya, Joni terus meminta agar Allah Subhanallah Ta’alla segera mengangkat wabah virus Corona dari bumi ini dan tentunya umat manusia dapat mengambil hikmah dibalik Allah menurunkan wabah virus Corona di bumi ini.

“Allah menurunkan sesuatu di bumi ini, agar kita manusia bisa mensyukurinya dan bisa memetik hikmah dari segala apa yang dikehendakinya,”tutupnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Susuri Sungai Musi, Lanal Palembang Bagikan Sembako dan Masker

Palembang, Detik Sumsel — Dengan menggunakan kapal cepat, personel TNI AL Lanal Palembang menyusuri perairan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *