Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Cemburu Pujaan Hati Diselingkuhi, Wahyu Habisi Nyawa Teman

Cemburu Pujaan Hati Diselingkuhi, Wahyu Habisi Nyawa Teman

Tanggal : Pukul :
631
0
Wahyu Apriansyah pelaku pembunuhan terhadap teman saat dihadirkan di Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel

Palembang, Detik Sumsel — Cemburu melihat sang pacar sering berjalan dengan Edo yang tak lain temannya sendiri, membuat Wahyu Apriansyah (23) gelap mata hingga nekat menghabisi nyawa Edo.

Bagaimana kronologis aksi pembunuhan yang dilakukan warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Sepakat, RT 01, RW 01, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang ini.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Kamis 30 Juni 2016 lalu di Jalan Yusuf Singadekane, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang tepatnya disamping kios penjual ikan salai dimana korban nya ditemukan tewas dengan luka dikepala akibat benturan benda tumpul.

“Aku cemburu dan sakit hati melihat korban sering berjalan dengan cewek aku, padahal korban sudah tau kalau Rara itu cewek aku. Tapi secara diam diam korban menyelingkuhi cewek aku. Korban juga sering aku ajak “Ngapel” kerumah cewek aku. Sudah aku ingatkan korban tapi dio dak galak ngaku,”katanya saat dihadirkan di Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel Kamis (11/10).

Dari sanalah lanjutnya timbul niat nya merencanakan aksi pembunuhan terhadap korban. Sebelum bertemu dengan korban tersangka sudah menyiapkan pisau dari rumahnya dan mengajak temannya Ogik (DPO) bahwa ia akan ribut.

“Saat itu bertemulah dengan korban dengan membawa motornya, lalu korban diajak jalan jalan kedaerah Tangga Buntung. Setelah itu pulang lewat Musi II tiba-tiba hari hujan lalu mereka berteduh diwarung penjual ikan salai. Disanalah saya khilaf dan melihat kayu balok korban langsung saya pukul sebanyak tiga kali,”jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, setelah korban dipukul tersangka dan temannya mengambil motor Mio J dan handphone milik korban. Meskipun pisau sudah disiapkan oleh tersangka namun tersangka memilih menghabisi nyawa korban dengan menggunakan kayu balok yang ditemukan nya di TKP.

“Motornya saya jual di Payakabung seharga 1,3 juta tapi baru dibayar 800 ribu sedangkan handphone saya kasihkan sama teman saya. Uang 800 ribu itu saya gunakan untuk ongkos ke Lampung, saya berada di Lampung kurang lebih selama dua tahun setelah itu saya kembali lagi ke Palembang,”bebernya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara Jaya menerangkan tersangka ditangkap dikawasan Ogan Ilir setelah sempat buron selama dua tahun lebih. Selama pelarian nya tersangka kabur ke Lampung.

Untuk motif tersangka membunuh korban dilatar belakangi asmara karena tersangka cemburu melihat korban sering berjalan dengan pacar tersangka lalu timbul lah niat tersangka untuk membunuh korban nya.

“Dengan ditemani teman berinisial O (DPO), tersangka menghabisi nyawa korban dengan memukul kepala korban sebanyak tiga kali dengan kayu balok yang dilihat nya di TKP. Setelah memukul kepala korban tersangka kabur dengan membawa motor dan handphone korban,”ujarnya.

Tersangka sendiri dijerat dengan pasal 340 KUHP dan pasal 365 KUHP yang ancaman hukuman penjara paling lama dua puluh tahun penjara.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here