Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Cemaskan Listrik Hingga Diminta Sewa Komputer

Cemaskan Listrik Hingga Diminta Sewa Komputer

Tanggal : Pukul :
378
0
Grafis/Ilustrasi: Raam Detik Sumsel

Lipsus, Detik Sumsel- Sebentar lagi Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK sederajat akan dilaksanakan, di Sumsel Dinas Pendidikan Sumsel mengklaim semua Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2019 ini. Dan tahun ini pelaksanaan UN dipercepat, dari jadwal yang sebelumnya akan dilaksanakan akhir April 2019 Kemendikbud mempercepat pelaksanaan UN di akhir Maret 2019.

UNBK menjadi kekhawatiran dan kecemasan tersendiri bagi murid dan orangtua, betapa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya persoalan pasokan listrik dan internet menjadi kendala utama yang dihadapi sehingga menjadi penghambat murid saat mengikuti pelaksanaan UN, bahkan tidak hanya itu sebagian murid dan orangtua menilai pelaksanaan UNBK terkesan dipaksakan dan menjadi ajang pamer gengsi antar sekolah.

“Memang saat ini UN bukan penentu kelulusan, tapi kalau listrik padam dan jaringan internet lelet tentu akan menghambat saat menjawab soal-soal nantinya,” ungkap Shelly salah satu murid SMA Negeri di Palembang yang bakal menerapkan pelaksanaan UNBK.

Dikatakan Shelly, bukan karena dirinya tidak mendukung pelaksanaan UNBK di sekolah, tetapi menurutnya pelaksanaan UNBK terkesan dipaksakan karena di sekolahnya guru terpaksa menyewa komputer dan mesin genset untuk antisipasi listrik padam.

Baca Juga :   Pertaruhan Nama Baik Sumsel

“Soalnya di sekolah saya itu komputernya tidak cukup, jadi guru meminta iuran untuk menyewa komputer atau laptop yang akan digunakan nantinya saat pelaksanaan UNBK,” ungkapnya.

Senada diungkapkan Noviyanti salah satu orangtua siswi SMA Negeri di Palembang, Novi mengaku sekitar dua bulan yang lalu dirinya dipanggil oleh pihak sekolah untuk mendengarkan sosialisasi bahwa disekolah tersebut akan melaksanakan UNBK dan dimintai biayai sebesar Rp300 ribu untuk dipergunakan biaya sewa komputer pelaksanaan UNBK.

“Ya, kan seharusnya kalau tidak sanggup UNBK lebih baik tidak usah. Boleh mengikuti perkembangan teknologi tetapi kan tidak harus dibebankan pada murid,” cetusnya.

Novi menyebutkan, dirinya merasakan pelaksanaan UNBK ini justru dijadikan ajang saling pamer antar sekolah karena sudah mengikuti kemajuan zaman. “Harusnya sekolah mawas diri, kalau tidak mau ya cara tidak mampu jangan jadi ajang pamer-pamer pelaksanaan UNBK ini,” cetusnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Drs H Widodo MPd mengaku optimis semua Sekolah SMAN dan SMKN sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2019 ini.

Baca Juga :   Masuk SMA Negeri Favorit di Sumsel Dipungut Biaya Maksimal Rp 1 Juta Perbulan

“Tahun lalu untuk SMKN sudah 90 persen lebih UNBK dan SMAN sudah 80 persen lebih sudah melaksanakan UNBK. Tahun ini insya Allah 100 persen UNBK,” ungkapnya.

Dijelaskan Widodo, belajar dari tahun sebelumnya, listrik dan jaringan internet menjadi dua aspek yang sangat menentukan jalannya proses UNBK. Langkah yang diambil piha Disdik Provinsi sebagai antisipasi dengan mamastikan konektifitas listrik dan jaringan internet dapat dijamin dan dipastikan tidak putus atau mati saat pelaksanaan UNBK.

“Kita berharap selama pelaksanaan UNBK PLN tidak melakukan pemadaman, namun sekolah tetap harus menyediakan genset sebagai langkah upaya antisipasi. Sebab, jika listrik mati lebih lima menit saja saat UNBK, maka mental siswa akan terganggu,” ungkapnya.

Sementara itu, Widodo menghimbau, vendor jaringan internet agar tidak hanya mencari keuntungan saja, tetapi ikut terlibat memberikan kontribusi kepada anak muda di Sumsel dengan menyediakan jaringan internet yang baik hingga ke pelosok-pelosok.
“Kalau internet baik, proses download soal UNBK yang dilakukan pihak sekolah berjalan dengan baik,” pungkasnya.(tet)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here