Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Tersangka Muhammad Hery saat dihadirkan di Mapolsek Ilir Timur I Palembang

Cari Penghasilan Tambahan, Hery Edarkan Sabu – sabu

Palembang, Detik Sumsel — Berdalih mencari uang tambahan sehari – hari membuat Muhammad Hery (46) nekat jadi pengedar sabu.

Namun bisnis haram nya tersebut tidak berlangsung lama setelah anggota Reskrim Polsek Ilir Timur I menciduk nya di Jalan Pangeran Antasari, Lorong Bilal, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kamis (20/12/2018) sekitar pukul 17.30 Wib.

Dari tangannya, petugas berhasil menemukan barang bukti dua paket sabu ukuran sedang yang disimpan tersangka di dekat tumpukan kotak sampah dan uang Rp 75ribu yang di simpan di dalam dompet.

Baca Juga :   Letuskan Senpira ke Arah Petugas, Pelaku Curas Ini Ditembak Mati

“Sekitar setengah tahun aku jadi pengedar sabu, duetnyo untuk kebutuhan sehari – hari,”katanya saat Rilis di Polsek IT I, Selasa (8/1).

Lanjutnya, serbuk haram yang diedarkan nya dibeli di kawasan 14 Ilir. Setelah itu yang dibeli dipecah menjadi paket kecil yang dijual seharga Rp 100 ribu perpaket nya.

“Kalau Ado yang nak beli datang ke rumah , seminggu itu pasti Ado tula yang beli ke rumah, untungnyo lumayan ,” bebernya.

Kapolsek IT I , Kompol Edi Rahmat di dampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa mengatakan tersangka di tangkap di kediamannya. Saat itu anggota mendapat informasi bahwa sering terjadi transaksi di rumah tersangka , saat digeledah petugas mendapati dua paket sedang sabu yang di dibuang di dekat kotak sampah.

Baca Juga :   Akseleran Dorong Pertumbuhan Inklusi Keuangan Sumsel

“Saat ditemukan sabu dibungkus dengan tisu lalu dimasukkan lagi dalam bungkus plastik. Selain itu di dalam dompet juga ada uang Rp 75ribu,” ujarnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Fauzi

Avatar

Check Also

Macam-Macam Efek Samping saat Uji Klinis Vaksin Covid-19

Detik Sumsel- Pandemi virus corona hampir menemui titik terang, yaitu dengan ditemukannya vaksin Covid 19. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *