Pemerintah Kabupaten Banyuasin Siap Menyukseskan Asian Games Tahun 2018

Caleg Harus Bawa Program yang Jelas

0
80
Suasana diskusi Ngopi Bareng Bung FK dengan tema Cantik Berpolitik di Lord Cafe Palembang, Rabu (8/11)

Palembang, Detik Sumsel – Cantik berpolitik bukan saja cantik penampilkan, molek badannya namum bisa dan mampu untuk menawarkan program yang cantik, saat ada kenaikan persentasi politisi perempuan dalam pemilihan legislatif tahun 2019. Namun dari sisi kualitas mesti ada pembuktian

Dua Caleg Cantik, Dwi Ratih Anggraini Caleg DPRD Kota Palembang dan Calon Senator Siska Marleni Calon DPD RI berdiskusi di Ngopi Bareng Bung FK dengan tema Cantik Berpolitik di Lord Cafe Palembang, Rabu (8/11)

Siska Marleni Calon DPD RI yang merupakan Incumbent ini mengatakan dengan semakin banyaknya calon DPD RI asal sumsel yang di untungkan itu adalah masyarakat.

“Kalau bicara strategis antara caleg perempuan dan pria tidak ada bedanya, makin banyaknya calon DPD RI dapil sumsel dari 28 di 2014 menjadi 32 di 2019, ini yang paling diuntungkan masyarakat. Karena masyarakat di hadapi dengan pilihan yang lebih variatif dengan background berbeda, “ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa strategi pemenangan pada 2019 tetap mengunakan pilot strategi dengan silahturahmi dan sosialisasi.

“Dalam sebuah kompetisi pasti ada persaingan, kami mempunyai strategi melakukan maping-maping, kita punya strategi untuk menyikapi masalah persaingan ini, target pemenangan, kalau saya incumbent saya sudah berusaha menjalanakan amanah sesuai amanah konstitusi dan amanat masyarakat sejak awal saya turun ke dapil,” jelasnya.

Sementara itu, Caleg Cantik untuk DPRD Kota Palembang, Dwi Ratih Anggraini mengatakan bahwa wakil rakyat harus mengetahui terlebih dahulu problem yang dihadapi di daerah pemilihan agar terpilih dapat menyelesaikan problem yang dihadapi warganya.

“Problem yang dihadapi saat ini adalah ketimpangan sosial maka dari itu saya akan konsen pada 2 hal yaitu akses kesehatan bagi warga dan pendidikan berkelanjutan. Pertama secara rutin nantinya akan membuat kader – kader kesehatan yang didalamnya bisa bekerja sama dengan kampus kesehatan di Palembang kedua adalah soal pembangunan rumah – rumah produktif tapi sebelumnya diberikan pendidikan keterampilan terlebih dahulu nah program – program ini akan menjadi aspirasi yang akan diperjuangkan di legislatif.”Ujarnya

Dikatakan Ratih, Problem Palembang yang multikompleks membutuhkan legislatif yang pro pada kepentingan masyarakat khususnya peraturan daerah yang mengakomodir kepentingan tenaga kerja.

“Data ini menjadi referensi bagi saya secara pribadi untuk berjuang di legislatif mengingat hal yang penting saat ini diperhatikan adalah “Politik Keberpihakan” ” pungkasnya. (fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here