Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Advertorial Bupati Muara Enim Launching Asuransi Kematian

Bupati Muara Enim Launching Asuransi Kematian

Tanggal : Pukul :
1136
0
Asuransi kematian diberikan kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Muara Enim yang ditandai dengan kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP) kecuali Aparatur Sipil Negara, TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD dan pensiuanannya. (Foto Istimewa)

Muara Enim, Detik Sumsel- Asuransi kematian diberikan kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Muara Enim yang ditandai dengan kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP) kecuali Aparatur Sipil Negara, TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD dan pensiuanannya. Hal ini disampaikan oleh Bupati Muara Enim Ir. H. Ahmad Yani, MM dalam upacara peringatan hari Anti Narkoba Internasional dan Apel Bulanan.

“Jumlah peserta asuransi kematian sebanyak 550.773 Jiwa yang mana setiap Masyarakat yang menerima Asuransi kematian diberikan Kartu Identitas,” ungkap A. Yani, disela-selw sambutanya, Senin (1/7).

Lanjut A. Yani Asuransi Kematian diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Sosial dan bekerja sama dengan Perusahaan Asuransi Jasaraharja Putera

“Asuransi ini diselenggarakan oleh Pemkab Muara Enim. Besaran uang pertangguangan Asuransi Kematian dianggarkan dalam APBD dengan jumlah uang pertanggungan Asuransi Kematian diberikan sebesar Rp. 2. 500.000,( dua juta lima ratus ribu rupiah ) per orang, atau sebesar Rp 5.000.000 per jiwa apabila meninggal dunia disebabkan kecelakaan lalulintas,” terang A. Yani.

Lanjut A. Yani pengajuan Klaim Asuransi Kematian dilakukan oleh Ahli Waris didasarkan atas kartu Identitas. Dalam hal Ahli Waris berhalangan, pengajuan Klaim Asuransi Kematian dapat dilakukan oleh pihak lain berdasarkan surat kuasa bermaterai 6.000,( enam ribu rupiah ) yang diberikan Ahli Waris kepada pihak yang telah ditunjuk oleh Ahli Waris.

Didalam Pengajuan klaim asuransi kematian harus memenuhi persyaratan adminstrasi yang diperlukan.

“Dalam pengajuan klaim asuransi kematiaan ini harus menyiapkan syarat-syarat tertentu yaitu KTP, potocopy KK, Surat Keterangan Kematian dari Kelurahan/Desa diketahui Camat dan Akte Kematian asli dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Kemudian Surat Keterangan Ahli Waris dari Kelurahan / Desa diketahui Camat dan kuasa. Batas waktu pengajuan klaim asuransi kematian paling lambat 90 (Sembilan puluh) hari sejak Penerima Asuransi meninggal dunia,” pungkas A. Yani. (adv/ndi)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here