Iklan
Pemprov
Bupati Lahat, Cik Ujang SH saat sidang paripurna pertanggung jawaban Raperda Kawasan Tanpa Asap Rokok, Foto Heru/DS.

Bupati Lahat Larang Merokok di Kawasan Ini

Lahat, Detik Sumsel – Bupati-Wakil Bupati Lahat, Cik Ujang SH-Haryanto SE MM MBA sampaikan laporan pertanggung jawaban APBD Kabupaten Lahat tahun anggaran 2020 dan Raperda tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok. Laporan itu disampaikan dalam rapat paripurna IX masa persidangan ke tiga tahun 2021, di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Lahat.

Bupati Lahat menyampaikan, Raperda Kawasan Tanpa Asap Rokok ini dalam rangka melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 ayat (1), tentang setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh Pelayanan Kesehatan.

Baca Juga :   Debat Capres, Pengamat: Penting Bagi Masyarakat Indonesia

“Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok ini dibentuk agar masyarakat bisa menikmati udara yang bebas dari asap
rokok. Selain itu untuk menegakkan peraturan dilarang merokok di tempat yang dinyatakan sebagai Kawasan Tanpa Asap Rokok,” sampai Bupati Lahat, Senin (7/6).

Penetapan kawasan tanpa rokok ini menurut Bupati Lahat, bertujuan untuk memberikan perlindungan dari bahaya asap rokok bagi perokok pasif. Memberikan ruang dan lingkungan yang bersih bagi masyarakat. Melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung. Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat, serta menurunkan angka perokok juga mencegah perokok pemula.

Baca Juga :   May Day, KSBSI OKU Harapkan Kesejahteraan Buruh

“Ada enam tatanan yang masuk Kawasan Tanpa Rokok. Seperti fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, dan tempat kerja,” jelas Bupati Lahat.

Sementara, juru bicara Fraksi Gerindra, Sutra Imansyah SE menuturkan, fraksi Gerindra menanggapi positif terkait Raperda Kawasan Tanpa Asap Rokok. Tapi saat penerapan, pemerintah daerah juga memberikan solusi bagi masyarakat yang merokok.

“Bukan hanya memberikan sanksi, tapi Pemerintah Daerah juga harus menyiapkan solusi, seperti tersedianya ruang khusus perokok. Jadi ada keseimbangan antara perokok dengan yang tidak perokok,” tuturnya. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Polda Sumsel Musnahkan 3,5 Kg Sabu Asal Aceh

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel kembali memusnahkan barang bukti narkoba sabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *