Beranda Ekonomi BRI Syariah Targetkan Seribu Pintu FLPP 

BRI Syariah Targetkan Seribu Pintu FLPP 

Tanggal : Pukul :
156
0
Pimpinan Cabang BRI Syariah Palembang, Rully Ristiawan, bersama developer saat perjanjian kerjasama.

Palembang, Detik Sumsel – Sektor pembiayaan perumahan bersubsidi (FLPP) masih akan menjadi target pembiayaan BRI Syariah di tahun ini. Hal ini didasari dari pencapaian target pembiayaan perumahan FLPP tahun 2018 lalu tumbuh di atas target yang ditetapkan.

Selama tahun 2018 lalu, penyaluran kredit rumah murah mencapai 600 persen di atas target yang ditetapkan. Ada sekitar seribu pintu rumah FLPP, baik di Palembang dan Bangka Belitung yang mendapatkan pembiayaan dari  BRI Syariah, dengan total dana pembiayaan mencapai Rp 130 Miliar, dengan outsanding sebesar Rp 138 Miliar.

“Dari total pembiayaan Rp 130 Miliar tersebut, penyerapan terbesar didominasi Palembang sebesar 70 persen, dan sisanya 30 persen lainnya di Bangka Belitung,” jelas Pimpinan Cabang BRI Syariah Palembang, Rully Ristiawan, saat penandatangan perjanjian kerjasama FLPP bersama dengan delapan devloper perumahan di kantornya, Kamis (10/01) kemarin.

Ia menambahkan, sebelumnya BRI telah melakukan kerjasama dengan beberapa developer lain untuk pembiayaan rumah bersubsidi. Untuk tahun ini tahap awal ada delapan developer yang bekerjasama dengan pihaknya. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah developer tersebut akan terus bertambah seiring makin meningkatnya jumlah peminat dari rumah murah tersebut.

Rully menambahkan, meskipun memiliki potensi yang besar di sektor pembiayaan rumah murah, namun untuk kredit macet atau MPL di Palembang sangat terjaga. “MPL kita di angka 0 persen untuk pembiayaan rumah murah,” katanya.

Khusus tahun ini, pihaknya menargetkan sebanyak seribu pintu rumah FLPP baru yang dibiayai. “Khusus pembiayaan FLPP kita masih bisa memberikan pembiayaan rumah bersubsidi dengan jarak 30 kilometer dari pusat kota, seperti di kawasan Kenten dan Talang Kelapa yang sekarang banyak kita biayai,” ucapnya.

“Kita optimis target tersebut dapat terealisasi, seiring dengan makin banyaknya developer yang beralih dari rumah komersial ke rumah subsidi. Ini potensi besar untuk bisa bekerjasama dengan kita,” ujarnya.

Dikatakannya, sesuai dengan fungsinya, rumah subsidi tidak boleh dirombak tampak bagian depan, tidak boleh dipindah tangankan selama lima tahun, dan harus ditempati sesuai dengan ketentuan dari pemerintah tentang rumah bersubsidi. Bila ini dilanggar pihak perbankkan bisa mencabut rumah bersubsidi tersebut. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here