Pemerintah Sumatera Selatan
TAG TOYOTA
BANK INDONESIA
17 Agustus 2020
Beranda Daerah BPS Beberkan Potret Tahun 2019, Jelang Sensus 2020

BPS Beberkan Potret Tahun 2019, Jelang Sensus 2020

Tanggal : Pukul :
270
0
BPS Beberkan Potret Tahun 2019, Jelang Sensus 2020
Wabup Lahat, Haryanto saat menandatangani tanda dimulainya sensus penduduk 2020. Foto Heru/DS

Lahat, Detik Sumsel — Hasil potret Badan Pusat Statistik (BPS red), angka kemiskinan di Kabupaten Lahat pada tahun 2019, menurun 0,5 persen dari tahun 2018. Sejumlah bantuan yang diberikan sebagai bentuk perangsang, ikut berdampak hingga 74 persen menurunkan angka kemiskinan di Lahat

“Lahat sudah OK, tinggal keraknya saja. Jadi jangan sampai yang hampir miskin ini, jatuh jadi miskin. Karena bantuan tidak tersalurkan dengan tepat,” terang Kepala BPS Provinsi Sumsel, Ir Endang Tri Wahyuningsih MM, saat rapat persiapan sensus penduduk 2020, di ofroom Setda Lahat, Selasa (14/1).

Endang membeberkan, ada banyak kategori yang menjadikan Lahat termiskin ke 3 di Sumsel. Diantaranya sektor pembangunan perekonomian belum inklusif, seperti banyaknya pertambangan tapi tidak banyak menyerap tenaga kerja lokal. Masih ada anak di 33 desa tercatat alami gizi buruk. 18 persen usia perkawinan dibawah 16 tahun, dan masih banyak warga di pinggir sungai tidak memiliki jamban.

Baca Juga :   Komisi IV Beri Tanggapan Terkait Jaminan Kesehatan di Lahat

“Tahun ini kita punya hajat besar, lakukan sensus penduduk. Dari sini nanti akan terlihat, data untuk perencanaan pembangunan daerah. Masalahnya masih terdapat data yg tidak konsisten, dan belum dilengkapi dengan metadata,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE MM MBA menuturkan, sebelumnya Kabupaten Lahat ini berada di deretan 2 termiskin se Sumsel, namun setelah 3 bulan dirinya dilantik menurun jadi ke 3. Bersama Bupati Lahat, Cik Ujang SH, dirinya berkomitmen Lahat bisa sejahterah dalam masa kepemimpinannya.

Baca Juga :   Harga Gula Naik, Disdag Sebut Untuk Stok Masih Aman

“Menurut kami untuk stanting, diamana ada anak cebol di Lahat. Kalau anak kurang gizi, mungkin bapaknya yang kurang gizi. Untuk nikah usia muda, saya pikir mungkin karena takut diambil bapak-bapak yang tua,” jawab Haryanto sambil bercanda, sembari mengatakan semoga sensus ini awal bagi Lahat, untuk terbebas dari kemiskinan. (heru).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here