Iklan

Detik
Pemprov

BPR Targetkan Kredit Macet Turun 5 Persen

Palembang, Detik Sumsel – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang menargetkan non performing loan (NPL) atau kredit macet tahun ini turun menjadi lima persen.

Direktur Utama BPR Palembang, Marzuki mengatakan hingga Maret 2021, kredit macet BPR berada diangka 18,8 persen.

“Pencapaian ini jauh lebih baik saat baru bergabung di BPR dulu 65 persen tahun 2018 lalu dan akan terus dikejar agar terus turun hingga di bawah 5 persen sehingga semakin sehat dan banyak inovasi yang akan dilakukan,” ujar Marzuki di sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR Palembang, Senin (12/04).

Ditambahkanya, beragam inovasi yang akan dilakukan BPR yakni melakukan ekspansi bisnis ke produk baru, meningkatkan penyaluran pembiayaan kredit untuk usaha sektor kecil hingga digitalisasi perbankan. Namun semua itu baru akan dilakukan jika target NPL bisa di bawah 5 persen.

Tahun 2020 lalu, BPR berhasil membukukan pertumbuhan kredit 6,5 persen dan menekan kredit macet dari 24,5 persen menjadi 18 persen.

Marzuki mengatakan kredit macet didominasi sektor konstruksi tapi saat ini kredit macet di sektor pembiyaan multiguna pada ASN dan pegawai BUMD.

Baca Juga :   Perayaan Malam Tahun Baru di Aston Hotel, Usung Konsep Street Party

“Alhamdulilah masih membukukan laba tahun ini namun ada penurunan pendapatan karena dampak pandemi bank harus merestrukturisasi kredit pada 77 nasabah senilai Rp 27 miliar,” jelasnya.

Pandemi ini bukan cuma berdampak negatif tapi juga ada dampak positifnya karena sejumlah bank mikro yang dulu menyalurkan pembiyaan mikro namun berubah haluan dan segmen karena dampak pandemi sehingga membuka peluang besar bagi BPR menyalurkan pembiayaan namun tetap dengan prinsip kehati-hatian.

Terkait instruksi pemegang saham yang meminta agar debitur “nakal” yang bertahun-tahun lalu meminjam dana pada BPR namun hingga kini belum bayar harus terus ditagih dan jika tidak ada solusi lagi bisa menempuh jalur hukum.

Marzuki mengatakan hingga kini kredit macet yang masih ada saat ini senilai Rp 21 miliar dengan masa pembiayaan lebih dari tiga tahun. Marzuki mengatakan awalnya akan mengedepankan solusi kekeluargaan pada debitur kredit macet ini, jika jalan kekeluargaan tidak bisa ditempuh maka akan dilelang jaminannya. Tapi jika solusi itu jga tidak berhasil maka terpaksa jalur hukum akan ditempuh sebagai jalur terakhir karena penyertaan modal BPR dari pemerintah daerah jadi uangnya harus dikembalikan lagi oleh sebab itu debitur kredit macet akan terus ditagih.

Baca Juga :   Selama Libur Lebaran, Trafik Data Naik 57 Persen

“Sudah ada beberapa debitur macet yang sudah kita bawa ke jalur hukum dan menang, dan akan terus ditagih agar BPR sehat dan berharap pemegang saham bisa menambah penyertaan modal agar semakin besar BPR dan ekspansi lebih luas,” tutup Marzuki.

Sementara itu Pemegang Saham BPR Palembang, Herman Deru menegaskan agar debitur yang belum melunasi kewajibannya agar bisa segera melunasinya karena sudah lebih dari tiga tahun.

Mengobati luka lama harus bentul – bentul selektif dalam pemberian kredit, tidak boleh karena koneksi, karena ditekan. Bank ini memberikan ekstra pengawasan dalam pemberian kredit dan harus memberikan kredjt secara propisional aset dan dengan analis yabg proposional.

“Kita mengharapkan agar bank ini kembali sehat, dan yang menyebabkan NPL tinggi segera membayar dan menyelesaikan hutangnya dan kalau tidak menyelesaikan kita akan tempu jalur hukum pidanakan kita akan laporkan kepihak berwajib,” tutupnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Salurkan Rp 10,7 Miliar Dana CSR Tahun 2020

Palembang, Detik Sumsel – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk telah menyelaraskan pelaksanaan program Corporate Social …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *