Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Kriminal Bobol Bank Rp16 M, Dua Sekawan Sarjana Tehnik Informatika ini Terancam 7...

Bobol Bank Rp16 M, Dua Sekawan Sarjana Tehnik Informatika ini Terancam 7 Tahun Bui

Tanggal : Pukul :
4720
0
Dua sekawan pembobol bank 16 milyar saat menjalani sidang perdana di PN Klas 1A khusus Palembang
Dua sekawan pembobol bank 16 milyar saat menjalani sidang perdana di PN Klas 1A khusus Palembang

Palembang, Detik Sumsel, – Yaser Anggita (24) Warga Dusun Petaling, Tulung Selapan OKI bersama Rikki Fernando (23) warga Jalan Residen H Abdul Rozak no.54 kelurahan Bukit Sangkal Palembang terdakwa kasus pembobolan bank berplat merah melalui Aplikasi E-Commerce KUDO senilai Rp 16 Milyar terancam 7 tahun penjara, pada sidang di PN klas 1A khusus Palembang, Kamis (03/10)

Kedua terdakwa Lulusan S1 Tehnik informatika ini Dalam persidangan yang di gelar dengan agenda pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi SH.MH

Dalam dakwaannya JPU membacakan kronologis penangkapan para terdakwa oleh petugas kepolisian dalam hal ini tim Cyber Bareskrim Mabes Polri dan sudah dilakukan penahan sejak bulan Juli 2019 lalu.

JPU menjelaskan perkara yang telah menjerat kedua terdakwa tersebut adalah modusnya menggunakan ratusan Virtual Account Aplikasi E,-Commerce Kudo berkali-kali, dengan kode virtual khusus yang hanya diketahui oleh kedua terdakwa hingga menyebabkan salah satu bank milik pemerintah senilai belasan milyar tersebut dibobol oleh terdakwa.

“Kedua pelaku tersebut adalah teman satu universitas yang telah menyelesaikan studinya satu tahun lalu, awalnya terdakwa Yasser berniat untuk meminjam rekening BCA milik terdakwa Rikki untuk mentransferkan sejumlah uang dengan menggunakan aplikasi E Commerce Kudo, mengingat semasa kuliah dahulu, Yas sering meminta bantuan membayarkan uang kuliah melalui rekening BCA milik terdakwa Rikki. Dikarenakan sudah terbiasa, Rikki pun tidak menaruh curiga ketika diminta bantuan oleh temannya tersebut. Bahkan tak hanya satu kali, total ada sebanyak tiga kali Yasser meminta tolong untuk mentransferkan uang tersebut melalui M-Banking dengan menggunakan gawai Oppo F1 milik Rikki dalam waktu yang berdekatan dan di hari yang sama dengan jumlah yang bervariasi” Jelas JPU.

Akibat perbuatan para terdakwa yang telah menyebabkan kerugian belasan milyar dari salah satu bank berplat merah, telah melanggar Pasal 363 ayat 1 ke-4 atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman masing-masing terdakwa maksimal hingga 7 tahun.

Usai mendengar pembacaan dakwaan oleh JPU, Majelis Hakim yang diketuai oleh hakim Mulyadi SH MH, memberikan pilihan kepada kedua terdakwa untuk didampingi kuasa hukum sendiri atau kuasa hukum dari Pos Bantuan Hukum yang akhirnya memilih dari pihak Posbakum PN Palembang, Supendi SH MH sebagai kuasa hukum terdakwa. Serta menunda sidang hingga Rabu (9/10) dengan agenda Eksepsi dari kuasa hukum terdakwa. (Vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here