Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pagaralam Andi Kurniawan. (Foto : Rendi/Detik Sumsel)

BNN : Ini Alasan Bandar Narkoba Sulit Ditangkap

Pagaralam, Detik Sumsel – Meskipun sudah banyak pengedar maunpun pemakai narkoba yang terjaring oleh aparat penegak hukum di Kota Pagaralam. Namun penegak hukum masih banyak menemui kesulitan untuk mengungkap bandar besar narkoba utamanya jenis Sabu di Pagaralam. Hal ini seperti diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pagaralam Andi Kurniawan.

“Pasalnya modus operandi bandar narkoba di Indonesia ternyata lebih canggih dari para penegak hukum.”katanya saat dihubungi, Minggu (4/11)

Sambubg Andi, selama ini yang tertangkap mayoritas adalah pengedar kecil dan yang lebih banyak adalah para pengguna Sabu, dan pada saat di introgasi baik para bandar kecil maupun para pengguna sangat tertutup bahkan terkesan sangat melindungi bandar tempat mereka mendapatkan barang haram tersebut.

Baca Juga :   Curi Kerbau Warga, Herman Menyerah Setelah di Dor Polisi

“Pengalaman kami, para bandar besar selalu menggunakan kurir yang kami istilahkan dengan Peluncur ini dengan cara diimingi dengan uang dalam jumlah besar selain itu para bandar ini sangat memperhatikan kebutuhan hidup peluncur-peluncur ini sehingga timbul keterikatan dan hasilnya para peluncur ini sangat melindungi identitas bandar besar mereka,”jelasnya.

Untuk wilayah kota Pagaralam lanjut Andi, zona merah alias kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya jenis Sabu ada dikawasan Tebat Baru dan sekitarnya dimana menurut pengamatan pihaknya para pengedar kini sudah menyasar anak-anak usia sekolah sebagai konsumen mereka untuk dijadikan pecandu bahkan direkrut atau dikaderisasi sebagai mitra alias peluncur sehinga pihaknya terus melakukan sosialisasi dikawasan itu bahkan beberapa waktu lalu sempat mengadakan penangkapan salah satu bandar yang beroperasi dikawasan tersebut.

Baca Juga :   Pemilih Dilarang Bawa Handphone Dalam Bilik Suara

“Mirisnya dalam penyelidikan yang kami adakan, saat ini ada pengedar yang jualan narkoba siap hisap kepada anak-anak usia sekolah, dimana berdasarkan informasi yang kami kumpulkan disalah satu zona merah ada istilah jualan sabu 5 hisap 25 ribu dan ini salah satu cara para pengedar untuk memasarkan barang haram tersebut dan pada ujungnya para pecandu jni akan dikaderisasi untuk dijadikan peluncur,”pungkasnya. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Rendi Pagaralam

Avatar

Check Also

Pelayanan Dicap Buruk, Warga Enggan Berobat ke RSUD OI Tanjung Senai

Indralaya, Detik Sumsel— Gara-gara pelayanan, kualitas dan kebersihan RSUD Tanjung Senai Indralaya Kabupaten Ogan Ilir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *