Gran Fondo
Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin di KUA Kecamatan Babat Toman, Kamis (27/9).

Bimbing Catin Sebelum Menikah

Sekayu, Detik Sumsel– Sebanyak 80 calon pengantin mengikuti Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin di KUA Kecamatan Babat Toman, Kamis (27/9). Bimbingan ini debirikan sebelum melaksanakan pernikahan agar mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang kehidupan berumah tangga.

“Sesudah menikah nanti jangan sampai melakukan perceraian. Tetapi pertahankanlah kehidupan keluarga itu untuk selama-lamanya. Apabila dalam perjalanan perkawinan datang cobaan dan gangguan, maka hadapilah masalah itu dengan sabar dan tawakkal kepada Allah Swt,” kata Kepala KUA Kecamatan  Babat Toman Yu’as Kenari, S.Ag.

Kasi Bimas Islam Kementrian agama Kabupaten Musi Banyuasin, Taufiq Fathir,MHI, memberikan pemahaman mengenai membangun ketahanan keluarga di era modern. Ia menyebutkan ada lima aspek ketahanan keluarga yaitu memiliki kemandirian nilai, kemandirian ekonomi, tahan menghadapi goncangan keluarga, keuletan dan ketangguhan dalam memainkan peran sosial dan mampu menyelesaikan problema yang dihadapi.

Baca Juga :   "Apo Gubernur dengan Walikota Dak Pernah Lewat Sini"

“Keluarga Sakinah adalah keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan keimanan, ketaqwaan dan akhlakul karimah secara sempurna, kebutuhan sosial psikologis, dan pengembangannya serta dapat menjadi suri teladan bagi lingkungannya”, jelasnya.

“Suami atau istri adalah rekan dalam mengambil keputusan. Maka, keduanya harus menjaga emosi yang berlebihan, berhati-hati dengan kata-kata yang digunakan, dan senantiasa menunjukkan kasih sayang”, tambahnya.

Sementara itu, Iskandar dari Perwakilan Korwas Dikbud Kecamatan Babat Toman memaparkan tentang  bagaimana mempersiapkan generasi yang berkualitas. “Suami atau istri perlu memahami Ideal Family/Happy Family, yaitu terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga, tersedianya waktu bersama-sama dalam keluarga, terciptanya komunikasi yang sehat dan baik antar anggota keluarga, saling menghargai antara sesama anggota keluarga. Hal ini sangat penting agar antara suami, istri dan anak terdapat jalinan komunikasi yang baik,” paparnya.

Baca Juga :   Foto Ustadz Salam Dua Jari Saat Posisi Salat Bikin Warganet Salfok

Menurutnya, keluarga adalah ikatan sosial terkecil dalam masyarakat harus kuat, erat dan tidak longgar. Jika terjadi krisis dalam keluarga, utamakan keutuhan rumah tangga atas kepentingan pribadi (egoisme) masing-masing dan selesaikan secara konstruktif positif. Bahkan kalau perlu dengan bantuan seorang profesional (konselor) melalui Family Conseling.

“Seorang wanita ketika ingin membangun rumah tangga dengan seorang laki-laki, dirinya harus termotivasi untuk membangun rumah tangga yang dihiasi dengan ketaqwaan. Ketika dirinya menjatuhkan pilihan kepada seorang pria, dirinya hanya berfikir, apakah dengan menjatuhkanpilihan kepada pria tersebut, dia bisa semakin dekat dengan Allah atau tidak. Ia harus benar-benar memahami bahwa pernikahan merupakan ibadah yang bisa menyempurnakan agamanya,” ingatnya. (Ril)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Red

Avatar

Check Also

Gunakan Sela – sela TMMD Untuk Komsos dengan Warga

Kendal, Detik Sumsel — Para TNI Sanggota Satgas TMMD Reguler ke-109 Kodim 0715/Kendal di Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *