Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Maulid Nabi Muhammad SAW
Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Suasana saat rapat anggota Asperindo membahas kenaikan harga, Jumat (11/01).

Biaya Tarif Pengiriman Naik, Asperindo Menjerit

Palembang, Detik Sumsel – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) akan mengambil langkah tegas terkait kenaikan biaya muatan pengiriman udara yang dilakukan maskapai penerbangan saat ini.

Asperindo menilai maskapai penerbangan sudah semena-mena menaikkan biasa tarif angkut barang, yang dinilai sangat membebani masyarakat dan pengguna jasa ini.

Ketua Asperindo Sumatera Selatan, Muhammad Daud mengatakan, bila kondisi ini dibiarkan saja, bukan tidak mungkin banyak pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) akan gulung tikar karena tingginya biaya tarif pengiriman.

Pada Sabtu (12/01) besok, anggota Asperindo seluruh Indonesia akan melakukan rapat pleno untuk menentukan sikap terkait dengan kenaikan tarif ini.

“Kita akan meminta manajemen Garuda untuk tidak memberlakukan kenaikan ini secara drastis. Bila tidak direspon kami akan menentukan sikap, baik ke legislatif maupun eksekutif dalam hal ini Gubernur secara nasional di seluruh provinsi untuk mencari jalan keluar terkait hal ini,” jelasnya saat bertemu dengan seluruh anggota Asperindo, Jumat (11/01).

Ia menambahkan, bila langkah-langkah yang dilakukan tidak mendapat respon positif, tidak menutup kemungkinan Asperindo akan demo untuk melakukan aksi mogok secara nasional.

Baca Juga :   Inginkan Pelayanan Publik di Lempuing Jaya Makin Baik

“Kami sangat keberatan dengan adanya kenaikan ini, karena kenaikan ini dampaknya sangat luas terutama masyarakat dan pelaku UKM,” ucapnya.

Dikatakannya, kenaikan biaya tarif yang mencapai 80 sampai 100 persen ini dalam satu bulan terakhir bisa menimbulkan banyak persoalan. Tidak hanya inflasi, pengangguran akan bertambah dan banyak pelaku usaha kecil akan gulung tikar bila pemerintah tidak segera mengambil tindakan tegas kenaikan tarif pengiriman ini.

“Kami akan melakukan kajian terkait kenaikan harga jasa pengiriman melalui rapat pleno nasional, untuk menentukan sikap terkait kondisi yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asperindo, Haris Djumadi mencatat selama tahun 2018 terjadi empat kali kenaikan tarif, yakni di bulan Januari, Juni, bahkan di bulan Oktober terjadi dua kali kenaikan yang dilakukan maskapai Garuda, begitu juga Citylink dan Lion Air.

“Kita mengindikasikan ini ada negosiasi antar pimpinan maskapai untuk menaikan tarif secara bersama-sama,” katanya.

Baca Juga :   5 Mahasiswa Unsri Wakil Indonesia dalam MTE

Haris menambahkan, secara organisasi hampir seluruh perusahaan yang ada di bawah Asperindo selama tiga tahun terakhir tidak ada kenaikan yang signifikan. “Tapi dengan kondisi saat ini mau tidak mau kami harus menaikan tarif pengiriman paket 30 sampai 40 persen perkilogram,” katanya.

Bayangkan saja biasanya tarif pengiriman yang ditetapkan Asperindo Rp 2.700 per kilogram, sekarang Rp 7.800 per kg. “Boro – boro mau untung, saat ini saja kita harus nombok Rp 4-5 ribu perkilogram agar jasa pengiriman tetap berjalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kenaikan tarif pengiriman ini jelas akan menimbulkan efek domino, tidak hanya menambah penganguran karena banyaknya perusahaan pengiriman yang melakukan pengurangan tenaga kerja, tapi juga mematikan para UKM yang selama ini menggunakan jasa ini untuk usaha mereka.

“Saat ini ada usaha yang bergerak di jasa pengiriman barang sudah tidak menerima barang baik itu incomming maupun outgoing sejak adanya kenaikan ini,” ucapnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Maya

Avatar

Check Also

Perusahaan Wajib Lapor Keluar Masuk Karyawan

Lahat, Detik Sumsel — Perusahaan batubara rupanya masih jadi klaster terbesar, penyumbang pasien terkonfirmasi positif …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda