Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Ekonomi BI Tarik Rp 3 Miliar Uang Lusuh dari Daerah 3 T

BI Tarik Rp 3 Miliar Uang Lusuh dari Daerah 3 T

Tanggal : Pukul :
253
0
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari,Komandan KRI Barakuda 633, Mayor Laut (P) Moechammad Soeryo,saat menerima kembali KRI Barakuda di Dermaga petikemas boom baru (maya/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut melaksanakan kas keliling penukaran uang lusuh ke lokasi terdepan, terluar dan terpencil (3T) di wilayah Sumatera.

Selama tujuh hari melakukan perjalanan Bank Indonesia menurunkan 11 orang kasir dari beberapa kantor Bank Indonesia yang bekerjasama seperti BI Riau, BI Sumatera barat, BI pusat dan perwakilan BI Sumatera Selatan.

Perjalanan dimulai dari kawasan Dumai, Pulau Rangsang, Bengkalis, dan Rupat, kemudian berlayar menuju Pulau Kijang, selanjutnya ke Toboali di Bangka, Pulau Lepar, dan wilayah Sungsang, Sumatera Selatan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari, mengatakan untuk penukaran uang lusu di lima pulau teroencil terluar dan terdepan ini, Bank Indonesia mempersiapkan modal sebesar Rp 5,6 miliar untuk mengakomodir penukaran uang lusuh.

“Dari modal Rp5,6 miliar yang kita persiapkan, yang berhasil didistribusikan sekitar 60 persen atau lebih kurang Rp3,8 miliar,”Jelas Yunita di Dermaga Petikemas Bom Baru, Palembang usai menyambut KRI Barakuda 633, Kamis (17/10).

Ditambahkanya, kegiatan ini tidak hanya melakukan kas keliling, namun juga sosialisaasi mengenai ciri-ciri keaslian rupiah kepada masyarakat dan juga kepada siswa sekolah di pulau terpencil.

Selain itu juga diikuti dengan kegiatan sosial BI untuk sekolah terpencil dalam bentuk peralatan sekolah dan komputer untuk meningkatkan misi agar siswa didaerah terpencil bisa merasakan pendidikan yang sama dengan siswa lainya.

Sementara itu, Komandan KRI Barakuda 633, Mayor Laut (P) Moechammad Soeryo, menjelaskan penarikan uang tunai ditujukan ke beberapa daerah ada yang berada di kawasan terluar dan berhadapan langsung dengan Malaysia.

“Kami bersama tim dari Bank Indonesia memerlukan waktu selama tujuh hari untuk mejalankan program penarikan uang lusuh tersebut, dimulai pada tanggal 9 hingga 17 Oktober 2019. Kabut asap cukup mengganggu pelayaran,”katanya.(May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here