Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Ekonomi BI Gandeng 155 Pelaku UMKM Pempek Gunakan QRIS

BI Gandeng 155 Pelaku UMKM Pempek Gunakan QRIS

Tanggal : Pukul :
427
0
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, bersama Pimpnan BI, OJK dan perwakilan usaha pempek saat launching QRIS (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, melakukan launching QRIS untuk melakukan pembayaran dengan sistem non tunai.

BI bersama 155 Pelaku UMKM Pempek di Kota Palembang mulai melakukan terobosan sistem pembayaran kekinian. Peluncuran QRIS dilakukan oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta.

Filianingsih Hendarta mengatakan, Implementasi QRIS diarahkan bagi pelaku UMKM Pempek karena merupakan komoditas yang khas dari Palembang dan produksi pempek yang sangat besar mencapai 6,4 ton per hari.

Potensi produksi pempek dapat mencapai skala yang Iebih besar seiring dengan kenaikan permintaan masyarakat, inovasi teknologi yang semakin tinggi, semakin terbukanya pasar, dan kanal pembayaran semakin canggih secara non tunai.

Oleh karena itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan telah menginisiasi edukasi pengenalan kanal pembayaran terbarukan al. uang elektronik dan QRIS pada bulan September 2019, bersama Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang (ASPPEK).

Edukasi dan sosialisasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan para pedagang dan memahami arti pentingnya penggunaan QRIS yang mampu memproses pembayaran Iebih cepat, saling terkoneksi, handal, dan aman, sehingga berdampak pada tingginya efisiensi, peningkatan produksi serta perbaikan pelayanan bagi konsumen.

Terbukti, sejak sosialisasi tersebut, pedagang pempek secara perlahan telah memahami pentingnya penggunaan kanal pembayaran non tunai dan sebanyak 155 merchant yang telah mengimplementasi QRIS dengan estimasi transaksi dalam 1 bulan terakhir sebesar Rp.1 miliar.

Selanjutnya, kegiatan ini, merupakan tindaklanjut launching Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) secara nasional pada tanggal 17 Agustus 2019, yang merupakan bagian inisiatif implementasi salah satu Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 untuk mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional.

“QRIS merupakan standar QR Code Pembayaran untuk Sistem Pembayaran Indonesia yang menjadi alternatif oleh penyelenggara dalam mengembangkan pembayaran retail berbasis QR baik bank maupun non bank. QRIS dapat membantu para pedagang dan UMKM untuk memperluas akseptasi pembayaran non tunai nasional secara Iebih efisien. Dengan satu QRIS, pedagang dapat menerima pembayaran dari berbagai platform pembayaran QR,” jelasnya, Sabtu (14/12).

Ia menambahkan, QRIS mengusung semangat UNGGUL (UNiversaI, GampanG, Untung dan Langsung). Manfaat implementasi QRIS bagi merchant adalah terhindar risiko uang palsu, membuka peluang untuk kredit/pembiayaan oleh perbankan, efisiensi pengelolaan uang tunai, dan hasil penjualan Iangsung masuk ke rekening. Sedangkan bagi masyarakat yaitu sebagai alternatif pengeluaran kekinian dan pencatatan pengeluaran.

Di Provinsi Sumatera Selatan sendiri sudah terdaftar sekitar 32.243 merchant QRIS sementara di kota Palembang terdaftar sebanyak 19.839 mechant dan angkanya terus meningkat.

Bank Indonesia mengharapkan 100% pelaku usaha Pempek, khususnya dan pelaku usaha umumnya di Sumatera Selatan sudah mengimplementasikan QRIS. Sehingga, Bank Indonesia mengharapkan 100% pelaku usaha Pempek khususnya dan pelaku usaha umumnya di Sumatera Selatan sudah mengimplementasikan QRIS.

Agar semakin meningkatkan efisiensi dan manfaat dari perkembangan ekonomi dan keuangan digital. Selanjutnya terhitung tanggal 1 Januari 2020, seluruh pihak yang menggunakan QR wajib migrasi QRIS. (May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here